Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Di Samping Jasad Brigadir J, Bharada E Lihat Irjen Ferdy Sambo Pegang Pistol, Ini Kata Kuasa Hukum

Irjen Ferdy Sambo disebut Bharada E pegang pistol disamping jasad Brigadir J

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun Manado
Pengakuan Bharada E lihat Irjen Ferdy Sambo Pegang Pistol di Samping Jasad Brigadir J 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengakuan terbaru Bharada E membuat kasus tewasnya Brigadir J makin temui titik terang.

Diketahui sebelumnya setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bharada E kini mulai memberikan pengakuan.

Pengakuannya terkait tewasnya Brigadir J munculkan tersangka baru.

Baca juga: Sosok Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo, Dulunya Teman Sambo Semasa SMP, Anak Jenderal TNI

Baca juga: Makin Marak, Petualangan Outdoor Modern Lifestyle Gunakan Motor Sport Heritage Yamaha XSR 155

Baca juga: Doa Islam Iftitah yang Dibaca Saat Salat, Lengkap Bahasa Arab dan Artinya

Foto : Bharada E yang bernama lengkap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, ajudan Irjen Ferdy Sambo, usai dimintai keterangan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Pengakuan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E kepada penyidik dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, membuat kasus kematian ajudan Irjen Ferdy Sambo mulai terungkap.

Kuasa Hukum Bharada E Muhammad Burhanuddin, membeberkan setumpuk fakta baru yang diungkap kliennya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Ada tiga poin fakta baru yang diungkap Burhanuddin terkait kasus yang menjerat kliennya.

Bharada E yang tembak Brigadir J pertama

Menurutnya, Bharada E merupakan orang yang pertama kali menembak yang kemudian disusul oleh pelaku lain yang turut menembak.

"Nembak pertama Bharada E. Selanjutnya ada pelaku lain," kata Boerhanuddin kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Ia menerangkan bahwa hal tersebut diketahui saat Bharada Eliezer diperiksa oleh timsus Kapolri. Ada dugaan pelaku penembakan lebih dari satu di tempat kejadian.

"Info hari ini dari keterangan Bharada E. Dapat perintah menembak dari atasan. Pelaku yang menembak lebih dari satu. Tidak ada tembak menembak," ungkap dia.

Lebih lanjut, kata Boerhanuddin, Bharada Eliezer menembak karena mendapatkan tekanan dari atasannya yang juga ada di lokasi. Namun, sosok atasan yang dimaksudkan itu masih engga untuk dibocorkan.

"Bharada E menembak karena ada tekanan dan perintah dari atasan. (Atasannya) ada di lokasi," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved