Breaking News
Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Sabtu 6 Agustus 2022, BMKG: 23 Wilayah Harus Waspada

Peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok Sabtu 6 Agustus 2022 telah dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

Tayang:
Editor: Ventrico Nonutu
via fin.co.id
Ilustrasi cuaca ekstrem. Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Sabtu 6 Agustus 2022. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok Sabtu 6 Agustus 2022 telah dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

BMKG merilis prakiraan cuaca tersebut melalui laman resminya bmkg.go.id.

Sejumlah wilayah di Indonesia mendapatkan peringatan dini, ada beberapa wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 6 Agustus 2022, Jambi Hujan Ringan, Semarang Cerah Berawan

Baca juga: Sosok Brigjen Benny Ali, Kena Imbas Kasus Tewasnya Brigadir J, Dimutasi ke Tempat Pembuangan

Menurut BMKG, terdapat 18 wilayah di Indonesia yang berpotensi hujan lebat dan petir.

Wilayah yang berpotensi hujan lebar dan petir di antaranya, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Gorontalo, Maluku dan Papua.

Kemudian sebanyak 3 wilayah di Indonesia berpotensi terjadi angin kencang.

Berikut peringatan dini cuaca ekstrem Sabtu 6 Agustus 2022:

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang:

- Aceh

- Bengkulu

- Jambi

- Lampung

- Jawa Barat

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Kalimantan Selatan

- Sulawesi Utara

- Gorontalo

- Sulawesi Tengah

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Tenggara

- Maluku Utara

- Maluku

- Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

- Bali

- Papua Barat

Wilayah yang berpotensi angin kencang:

- Banten

- Jawa Timur

- Nusa Tenggara Barat

Dikutip dari bmkg.go.id, Sirkulasi siklonik terpantau di Papua dan di perairan sebelah utara Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Papua Barat hingga Papua.

Sementara daerah konvergensi lainnya memanjang di perairan utara dan barat Sumatera, dari pesisir Barat Sumatera utara hingga Selat Malaka, di Kep.Natuna, di Bengkulu, di Kalimantan Tengah.

Kemudian juga memanjang di Kalimantan Selatan, dari Teluk Bone hingga Teluk Tomini, di Laut Sulawesi, di NTT bagian timur, dan di Maluku.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved