Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap Irjen Ferdy Sambo Ternyata Tak PCR, Pernyataan Awal Polri Sebut Tes PCR di Luar
Akhirnya Terungkap Sebelumnya Ferdy Sambo disebut lakukan PCR tapi dari Komnas HAM sebut tak PCR
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait rekaman CCTV aktivitas Brigadir J bersama rombongan ajudan hingga istri irjen Ferdy Sambo.
Sebelumnya awal pernyataan pihak kepolisian soal keberadaan Ferdy Sambo berbeda dengan yang ditemukan dalam rekaman CCTV.
Terkait hal tersebut berikut ini analisis CCTV.
Baca juga: 1041 Orang Asing Berada di Sulawesi Utara, Sumolang: Banyak yang Bekerja jadi Pendidik
Baca juga: Sulut United Fokus Persiapan Kompetisi Liga 2, Jadwal Verifikasi Markas 11 Agustus 2022
Baca juga: Akhirnya Terungkap Fakta Mobil Mewah Hadiah Dewi Perssik Untuk Angga Wijaya, Keberadaannya Terkuak
Misteri 23 menit di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang berujung pada tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, masih menjadi tanda tanya.
Pengungkapan kasus kematian Brigadir J masih terus berjalan.
Hingga hari ke-25 kematian Brigadir J, Selasa (2/8/2022), belum ada tersangka ataupun kejelasan bagaimana sebenarnya peristiwa penembakan pada Jumat, 8 Juli 2021 itu terjadi.
Namun, dari keterangan yang disampaikan Komisi Nasional Hak Asasi dan Manusia (Komnas HAM), peristiwa penembakan terhadap Brigadir J diduga terjadi dalam kurun waktu 23 menit, yakni antara pukul 16.37 hingga 17.00 WIB.
Sebelum pukul 16.37 WIB, situasi masih normal dan tidak terjadi apa-apa.
Pada waktu tersebut, Brigadir J terekam CCTV dalam kondisi hidup dan tidak ada sesuatu yang aneh.
Foto : Brigadir J (kiri) dengan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Istimewa)
Hal itu berdasarkan rekaman CCTV yang diungkap Ketua (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik dalam wawancara di Metrotv.
Menurut Ahmad Taufan, kejadian terakhir yang terekam CCTV sebelum terjadinya penembakan adalah pada pukul 16.37 WIB.
Pada menit tersebut, rombongan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi pergi menuju rumah dinas yang menjadi lokasi penembakan.
Rombongan Putri Chandrawathi termasuk Brigadir J atau Yosua dan Bharada E menuju ke rumah dinas setelah melakukan tes PCR di rumah pribadi Ferdy Sambo yang jaraknya hanya sekira 500 meter dari TKP penembakan.