Internasional
Amerika Serikat Dilanda Banjir Terburuk, 25 Orang Tewas, Ratusan Orang Diselamatkan Lewat Udara
Saat ini Kentucky, Amerika Serikat, tengah dilanda banjir terparah. Sebanyak 25 orang dilaporkan tewas, dan jumlahnya kemungkinan bertambah.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Banjir terburuk dalam sejarah tengah melanda Kentucky, Amerika Serikat, selama beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini sudah ada 25 orang yang dilaporkan meninggal dunia.
Kemungkinan jumlahnya masih bisa bertambah karena masih banjir.
Mengutip CNN, Minggu (31/7/2022), saat ini pemerintah tengah fokus mengevakuasi korban banjir.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Kentucky, Andi Beshear.
Menurut pejabat setempat, banjir kali ini sebagai banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
Ratusan orang telah diselamatkan melalui udara dan air dalam beberapa hari terakhir oleh anggota Garda Nasional dari Kentucky, Tennessee dan Virginia Barat serta oleh petugas dari Departemen Ikan dan Margasatwa Kentucky dan Polisi Negara Bagian.
"Ini adalah hal yang sangat sulit sekarang, dengan seberapa luas kerusakan (dan) daerah yang terkena dampak, untuk mendapatkan jumlah pasti orang yang hilang," kata Beshear, mendesak warga untuk melaporkan orang hilang.
Jaringan telepon, listrik, dan air padam
Layanan telepon seluler masih padam di beberapa wilayah, dan sistem air kewalahan, menurut gubernur.
Baca juga: Ingin Berlibur ke Kotamobagu Sulawesi Utara? Bisa Nginap di Hotel Ini, Harga Mulai dari Rp 170 Ribu
Baca juga: One Piece Episode 1027 Telah Tayang, Berikut Sinopsis dan Link Nontonnya
Satu rumah sakit tidak memiliki air bersih.
"Untuk semua orang di Kentucky Timur, kami akan berada di sana untuk Anda hari ini dan di minggu-minggu, bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang. Kami akan melewati ini bersama-sama," kata Beshear dalam sebuah tweet pada hari Sabtu.
Upaya penyelamatan telah terhambat karena pemadaman listrik yang terus berlanjut, dengan lebih dari 10 ribu rumah dan bisnis tetap dalam kegelapan Sabtu malam, menurut PowerOutage.us.
Banjir besar menyapu rumah-rumah di beberapa wilayah, membuat beberapa warga berebut ke atap rumah mereka untuk menghindari banjir yang mematikan.
Para pejabat yakin ribuan orang telah terkena dampak badai, dan upaya untuk membangun kembali beberapa daerah mungkin memakan waktu bertahun-tahun, kata gubernur, Jumat.