MTPJ 24 30 Juli 2022
BACAAN ALKITAB: 1 Korintus 10:14-33 “Mengucap Syukurlah Untuk Kemuliaan Allah”
Bersyukur kepada Tuhan adalah karakter (sifat/perilaku) hidup orang percaya untuk mensyukuri berkat dan pemeliharaan-Nya.
MTPJ 24 – 30 Juli 2022
TEMA BULANAN : “Misi Dan Pendidikan Yang Membebaskan”
TEMA MINGGUAN : “Mengucap Syukurlah Untuk Kemuliaan Allah”
BACAAN ALKITAB: 1 Korintus 10:14-33
ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bersyukur kepada Tuhan adalah karakter (sifat/perilaku) hidup orang percaya untuk mensyukuri berkat dan pemeliharaan-Nya. Jemaat mengucap syukur bukan saja diungkapkan ketika dalam suasana bersukacita tetapi juga dalam pergumulan dan penderitaan.
Karena firman mengajarkan untuk “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Yesus Kristus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18). Jemaat bersyukur kepada Tuhan diungkapkan dalam berbagai bentuk, apakah dengan ibadah syukur, persembahan syukur dan jamuan kasih.
Pertanyaan untuk direnungkan, apakah bentuk-bentuk ucapan syukur jemaat dilakukan dengan segenap hati sebagai respons iman atas berkat-berkat Tuhan? Sebab sering terjadi diakhir ibadah syukur ada pesta pora. Atau apakah hanya sebuah tradisi tanpa menghayati makna perayaan tersebut ?
Perayaan ucapan syukur tentunya diekspresikan sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan karena Dia telah memberikan keselamatan dan berkat kehidupan bagi orang percaya. Praktik pengucapan syukur jemaat bukan saja dilakukan sebagai tradisi ataupun menggucap syukur kepada Tuhan, namun masih ada yang mengucap syukur pada allah-allah (opo-opo) lewat ritus-ritus penyembahan.
Ada pula yang mengucap syukur dengan menonjolkan keberhasilan dan kesuksesan seseorang sehingga bukan nama Tuhan yang dimuliakan tetapi mereka yang mengucap syukur. Dengan alasan pemikiran seperti ini maka jemaat diajak untuk merenungkan tema minggu ini: “Mengucap Syukurlah Untuk Kemuliaan Allah.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Rasul Paulus saat perjalanan penginjilannya ke dua mengunjungi Kota Korintus pada. Paulus tinggal di sana selama 1 Tahun 6 bulan dan memberitakan firman bahwa Yesus adalah Mesias walaupun ia ditolak oleh orang-orang Yahudi. Akan tetapi banyak orang di Kota Korintus menjadi percaya dan memberi diri mereka di baptis (Kis 18:1-8). Sehingga dapatlah dikatakan bahwa jemaat Korintus didirikan oleh Paulus.
Pada saat Galio menjabat sebagai Gubernur, kota Korintus adalah pusat pemerintahan Propinsi Akhaya menjadi kota metropolitan yang berkembang. Sebagai kota pelabuhan dan perdagangan membawa dampak meningkatnya taraf hidup warganya. Namun, juga kejahatan dan immoralitas sexsual tumbuh berkembang. Seperti kota-kota besar lainnya di dunia Yunani-Romawi, Korintus adalah tempat berkembangnya pemujaan dewa-dewa Yunani dan Romawi seperti Afrodit dan Apolo yang disembah di kuil-kuil utama di kota itu.
Surat 1 Korintus menguraikan bagaimana Paulus sebagai seorang gembala, yang menafsirkan dan menerapkan Injil pada masalah-masalah jemaat dan berusaha mempertahankan persekutuan orang-orang percaya untuk menyembah dan memuliakan Yesus sebagai Mesias.
Masalah yang ada di jemaat Korintus seperti pertentangan dalam jemaat (1 Kor 1:11), membanggakan diri karena memiliki Roh (1 Kor 1:20-29; 8:1-2), immoralitas (1Kor 5), makanan yang dipersembahankan kepada dewa-dewa kafir, penyimpangan-penyimpangan dalam perjamuan kasih dan perjamuan kudus (1 Kor 11).
Surat 1 Korintus 10:14-33 merupakan bagian nasihat Paulus tentang kehidupan jemaat agar hanya menyembah dan memuliakan Tuhan. Sebagai orang bijaksana, dengan nada yang lembut, ia mengimbau mereka mempertimbangkan sendiri kebenaran yang disampaikannya, yaitu jauhilah (Yunani: phiengete: melarikan diri, menjauh) penyembahan berhala ayat 14. Karena jemaat telah mengucap syukur kepada Tuhan dengan perayaan perjamuan Kudus.
Hal ini jelas dengan pertanyaan Paulus. Bukankah cawan pengucapan syukur yang atasnya kita mengucap syukur adalah persekutuan dengan darah Kristus? (ayat 16). Dengan meminum anggur dan makan roti dalam perayaan perjamuan kudus berati umat ada dalam persekutuan dengan darah dan tubuh Kristus.
Roti adalah simbol tubuh Kristus, maka kita sekalipun banyak dan berbeda, adalah satu tubuh, karena mendapat bagian dari roti yang satu itu. (ayat 17) Gereja adalah tubuh Kristus.
Roti yang satu itu sejajar dengan satu tubuh. Gereja yang terdiri dari banyak anggota mendapat bagian dalam roti yang satu itu. Roti yang menunjuk pada Tubuh Kristus tidak dapat dibagi-bagi. Sehingga bersekutu dan mempersembahakan korban kepada roh-roh jahat tidak dikehendaki Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-bacaan-alkitab-kamis-1-juli-2021.jpg)