Sitaro Sulawesi Utara

Sepanjang 2022 Kejari Sitaro Tangani 32 Tindak Pidana Umum, 26 Kasus Telah Diproses Penuntutan

Komitmen dalam hal penanganan perkara terus ditunjukan Kejaksaan Negeri Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komitmen dalam hal penanganan perkara terus ditunjukan Kejaksaan Negeri Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Berdasarkan data yang diperoleh tribunmanado.co.id, sepanjang tahun 2022 ini Kejaksaan Kepulauan Sitaro telah menerima 32 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP dari penyidik Polres Kepulauan Sitaro.

Dari jumlah tersebut, 26 perkara di antaranya telah diproses oleh pihak Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro ke ranah penuntutan sebagaimana tugas dan fungsi kejaksaan.

“Sisanya masih dalam proses pra penuntutan,” kata Kepala Kejari Sitaro, Aditia Aelman Ali melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Intelijen, Syaiful Arif, Kamis (21/7/2022).

Mayoritas perkara tindak pidana umum yang telah dan sedang ditangani Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro, yakni terkait dengan tindak pidana persetubuhan/pencabulan terhadap anak.

“Untuk kasus ini (persetubuhan/pencabulan anak) ada 13 perkara yang kita tangani. Terbanyak kedua perkara penganiayaan sebanyak sembilan dan sisanya penipuan, pengancaman, perjudian, pengrusakan,KDRT dan ITE,” urai Arif.

Untuk menghadirkan keadilan di masyarakat, Arif bilang Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro juga berupaya mengedepankan pemulihan keadaan semula secara berkeadilan atau Restorative Justice.

“Ini (restorative justice) khusus untuk tindak pidana umum. Dengan spirit perdamaian melalui musyawarah mufakat untuk tetap menjaga integritas aparat penegak hukum,” terang Arif.

Menurutnya, upaya ini sejalan dengan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Dari bulan Januari sampai Juni 2022 ini, kita telah melakukan pengentian terhadap tiga perkara berdasarkan restorative justice. Semuanya perkara penganiayaan,” ujar Arif.

Di momentum peringatan Hari Bhkati Adhyaksa ini, Arif menyatakan pihak Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro akan terus berupaya meningkatkan capaian kinerja sebagaimana tugas dan fungsi kejaksaan.

“Bukan hanya di bidang tindak pidana umum. Tentu di semua bidang sesuai tupoksi yang ada, kami tetap berkomitmen untuk menjaga integritas sebagai aparat penegak hukum dan juga marwah institusi kejaksaan,” kuncinya. (HER)

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 09.00 WIB, Seorang Pemotor Tewas di Tempat, Korban Ditabrak Truk yang Menyalip

Baca juga: Baru Terungkap, Kuasa Hukum Temukan Bukti Baru ini, Ungkap Penyebab Sebenarnya Tewasnya Brigadir J

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved