Minsel Sulawesi Utara
Objek Wisata Kolam Renang Kinaweruan Minsel Sulawesi Utara Anggaran Rp 300 Juta Terkesan Dibiarkan
Kolam Renang Kinaweruan Minsel Sulawesi Utara yang Sempat Jadi Wisata Andalan Anggaran Rp 300 Juta Kini Terkesan Dibiarkan.
Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Lokasi wisata kolam renang di Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan, Minsel, Sulawesi Utara, saat ini sudah tidak terawat dan tidak seindah dulu lagi.
Padahal semenjak dibuka tahun 2019 lokasi tersebut selalu dipenuhi pengunjung baik warga setempat maupun pengunjung dari daerah lain.
Bahkan dari kotamobagu dan Manado ada yang sengaja datang berkunjung ke sana.
Kolam renang dengan ukuran 40 m x 18m berdiri di lahan seluas 1.100 m yang dihibahkan oleh mantan penjabat Hukum Tua Kinaweruan Brayen Rumbajan.
"Saya sangat ingin membangun desa ini, jadi waktu menjabat sebagai Hukum tua kami pernah ada ikut studi banding di Bali dan saya terinspirasi dengan melihat beberapa lokasi di sana.
Sehingga balik ke desa dan membuat kolam renang," kata Brayen yang juga sebagai Kabid Rehab Rekon di BPBD Minsel.
Dia menambahkan kalau kolam tersebut sewaktu dia jabat hukum tua dikelolah Bumdes.
"Saat itu dikelola Bumdes tapi hanya berjalan sekitar dua bulan saja padahal sudah ada pemasukan sekitar Rp 20 juta rupiah.
Artinya sudah ada sekitar 4000 pengunjung karena waktu itu tarif masuk lokasi Rp 5.000 per orang," ujar Bryen.
Dia sangat menyayangkan kondisi kolam renang yang dibangun menggunakan dana desa sebesar 300 juta hanya dibiarkan tanpa diolah.
"Padahal kalau lokasi ini maju tentu akan menyerap tenaga kerja yang banyak, ekonomi masyarakat juga pasti meningkat.
Saya juga berharap agar pemerintah desa yang ada saat ini kembali menata dan mengolah lokasi kolam renang Kinaweruan," pungkasnya.
Meity Wowor warga Amurang kepada Tribun Manado mengaku kesal dan menyayangkan lokasi kolam renang di desa Kinaweruan yang sudah tidak terawat.
"Saya sudah beberapa kali berkunjung kesana sambil mengajak keluarga.
Kami kaget waktu saat kunjungan terakhir sekitar bulan Februari lokasinya sudah tidak terawat sudah dipenuhi rumput dan ilalang.
Kesannya sudah tidak terawat dan dibiarkan padahal kalau diolah dengan baik bisa mendatangkan penghasilan bagi desa.
Karena yang saya tahu kolam renang dikelolah oleh Bumdes,"terang Meity. (Isak)
• Pesan Wali Kota Andrei Angouw Tehadap Nasabah PNM Manado Sulawesi Utara
• Reruntuhan Kota Kuno Natounia Berhasil Ditemukan di Irak, Berusia 2 Ribu Tahun