Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Ada Temuan Baru Dalam Kasus Tewasnya Brigadir J, Diduga Leher Dijerat

Brigadir J diketahui tewas dalam insiden baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Editor: Indry Panigoro
Kolase Tribun Manado/Dok. Handout
Hasil Autopsi Jenazah Brigadir J alias Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Brigadir J diketahui tewas dalam insiden baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Brigadir J sendiri merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Brigadir J disebut polisi tewas setelah baku tembak dengan Bharada E.

Bharada E juga adalah ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Tim Kuasa Hukum keluarga Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J semakin yakin penganiayaan dialami oleh korban, sebelum akhirnya tewas.

Pihaknya menemukan barang bukti berupa foto, yang memperlihatkan diduga adanya bekas jeratan di leher Brigadir J sebelum ditembak pistol.

Diketahui Brigadir J disebut tewas di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022).

"Kami semakin mendapatkan bukti-bukti lain bahwa ternyata almarhum Brigadir Yosua ini sebelum ditembak kami mendapatkan lagi ada luka semacam lilitan di leher artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir Yoshua ini dijerat dari belakang," kata Anggota Kuasa Hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Kamaruddin menuturkan bahwa jeratan di leher itu disebutnya meninggalkan bekas luka di jenazah Brigadir J.

Dia juga sempat menunjukkan foto bekas luka itu di hadapan awak media.

"Jadi di dalam lehernya itu ada semacam goresan yang keliling dari ke kanan ke kiri seperti ditarik pakai tali dari belakang, dan meninggalkan luka memar," ungkap Kamarudin.

Kamaruddin pun menyakini, bukti-bukti itu menunjukkan adanya dugaan penganiayaan yang dialami Brigadir J sebelum tewas ditembak.

Pelakunya juga diduga lebih dari satu orang.

"Kami semakin yakin bahwa memang pelaku dugaan tindak pidana ini adalah terencana oleh orang-orang tertentu dan tidak mungkin satu orang karena ada orang yang berperan pegang pistol, ada yang menjerat leher, ada yang menggunakan senjata tajam dan sebagainya," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved