Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Boltim Sulawesi Utara

Tahun 2022, Ada 48 Kasus Rabies di Boltim Sulawesi Utara

Selama 6 Bulan Tahun 2022 Ini, Tercatat Ada 48 Kasus Rabies di Kabupaten Boltim Sulawesi Utara.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rustaman
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Jumlah kasus gigitan hewan (anjing, kucing, kera) penyakit rabies, di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara tahun 2022 selang Januari sampai Juni, mencapai 48 kasus.

Dari jumlah tersebut, 21 orang yang kebanyakan dari Kecamatan Tutuyan sudah dilayani dengan Vaksin Anti Rabies (VAR). 

Ini dikatakan oleh Pengelola Program Bidang Pencegahan Penanggulangan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Geofani Marelu, Selasa (19/7/2022).

Kepada Tribunmanado.co.id, dia mengatakan, kalau tahun 2021, jumlah kasus Gigitan Hewan Penyakit Rabies (GHPR) berjumlah 83 kasus.

"Yang dilayani VAR berjumlah 35 kasus atau orang, dan kebanyakan dari Kecamatan Modayag," ucapnya.

Dia juga menambahkan kalau dalam penanganan korban dalam gigitan hewan penyakit rabies, ada kriterianya.

"Tidak semua korban yang digigit hewan, wajib dikasi vaksin," ucap dia.

Kata dia, kalau kena gigitan di bagian kaki atau anggota badan yang tidak beresiko, maka akan diobservasi dulu selama 14 hari.

"Sementara luka yang digigit dikasih bersih, cuci dengan air mengalir, dan pakai sabun. Karena sabun juga bisa membunuh virus, dan kontrol," sebutnya.

Kemudian diedukasi, hewan diikat, dijaga, dan dikasih makan selama 14 hari.

Kalau hewan atau anjing itu sehat, maka orang yang digigit tidak perlu divaksin. Kecuali dalam 14 hari itu hewan yang diikat mati.

"Ada juga paling banyak anjing liar yang menggigit, dan tidak tahu pemiliknya siapa, itu menjadi edukasi dan dianggap untuk berjaga - jaga, maka disuntik saja dengan vaksin," ujar dia.

Takutnya nanti hewan liar tersebut memiliki penyakit rabies dan tidak bisa diobservasi karena liar.

Begitu juga kalau gigitan berada di tempat resiko tinggi seperti dekat kepala, dan bagian genital, itu langsung di suntik dengan vaksin.

Beber dia, saat ini stok vaksin rabies di Dinkes masih kosong, karena masih menunggu stok vaksin dari Provinsi.

Nanti kalau sudah ada, tinggal dijemput, disamping itu, obat vaksin gratis bebernya. Sekarang ini sudah ada yang menelepon kalau ada kasus gigitan, dan anjingnya langsung mati," ujar dia. 

Kata dia, kalau sudah seperti itu, maka pihaknya langsung menyarankan agar yang bersangkutan beli obat secara mandiri.

"Seperti beli di apotek-apotek terdekat," tuturnya.

Terang dia, orang yang kena gigitan harus empat kali disuntik dengan empat vaksin. 

"Artinya satu suntikan satu vaksin. Dan memang harganya sedikit mahal," ujar dia.

Ia menerangkan, sejak tahun 2021 - 2022 belum ada orang yang meninggal di Boltim karena kasus rabies. 

"Untuk penyakit ini kalau sudah kenak rabies, sudah tidak ada obatnya, dan beresiko meninggal. Tapi kalau sudah divaksin, pasti ampuh dan bisa selamat," ujarnya.

Kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke puskesmas-puskesmas, jika ada anjing yang menggigit, maka jangan langsung dibunuh.

"Sebaiknya diikat, dijaga, dan dikasih makan," ujar dia.

Kata dia, dengan banyaknya laporan kasus gigitan hewan rabies seperti anjing, berarti masyarakat sudah mengerti dan paham kalau ini memang berbahaya.

"Makanya begitu ada gigitan anjing, maka mereka langsung melaporkan kepada petugas kesehatan," tutupnya.

Gempa Guncang Yogyakarta Malam Ini Rabu 20 Juli 2022, Guncang di Laut, Info BMKG Magnitudonya

Warga Pegunungan Bintang Papua Tewas Tanpa Kepala, Sempat Didatangi Orang Tak Dikenal

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved