Sitaro Sulawesi Utara

Selang 2022 Lima Perkara Korupsi Ditangani Kejari Sitaro, Dua Tersangka Diseret ke Pengadilan

Komitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi terus ditunjukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi terus ditunjukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Dimana dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2022 ini, Korps Adhyaksa di Sitaro itu tengah menangani lima perkara tindak pidana korupsi dan satu perkara pajak.

Dari lima perkara korupsi tersebut, Kejari Sitaro telah menetapkan tiga orang tersangka masing-masing dua tersangka dalam kasus pengadaan lampu Solar Cell tahun 2020 dan satu tersangka perkara penyalahgunaan Dana Desa tahun 2020.

Bahkan dua tersangka dalam perkara pengadaan lampu Solar Cell , yakni NET alias Erens dan AM alias Alex telah diseret ke pengadilan guna menjalani proses persidangan.

Sedangkan satu tersangka dalam kasus penyalahgunaan Dana Desa tahun 2020 yakni CSD alias Charles kini sedang dalam proses penyidikan atau pemberkasan.

“Ini (penanganan kasus tipikor) menjadi komitmen kami Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Aditia Aelman Ali, Kepala Kejari Kepulauan Sitaro melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Intelijen, Syaiful Arif, Rabu (20/7/2022).

Selain dua kasus tersebut, Kejari Kepulauan Sitaro juga sedang melakukan penyelidikan terhadap perkara tipikor lainnya, yakni terkait Dana Desa tahun anggaran 2020 di salah satu Desa di Tagulandang serta perkara adanya indikasi perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan lahan bandara.

“Satu lagi perkara dana hibah Pilkada Bupati dan dan Wakil Bupati Sitaro tahun anggaran 2018 pada KPU Sitaro yang juga masuk tahap penyidikan,” beber Arif melalui keterangan tertulis.

Terbaru, Kejari Kepulauan Sitaro juga menerima perkara tindak pidana korupsi pada tahap penuntutan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, yaitu dugaan tipikor biaya operasional salah satu bank di Sitaro.

“Memang kasus ini berproses di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Tapi karena lokasi kejadiannya di Sitaro, maka kita juga dilibatkan dalam tahapan penuntutan,” sambung Arif.

Bicara transparansi penanganan kasus, Arif memastikan pihaknya Kejari Kepulauan Sitaro akan terus menyampaikan informasi terbaru seputar perkembangan dari setiap perkara yang ditangani.

“Dengan begitu masyarakat melalui rekan-rekan media juga bisa mengetahui secara jelas setiap perkembangan penanganan perkara-perkara yang kita tangani,” kuncinya. (HER)

Baca juga: 74 Mahasiswa Poltekkes Manado Jalani Praktik Kerja Lapangan di RSUP Kandou

Baca juga: Peringatan Dini Besok Kamis 21 Juli 2022, BMKG: Sejumlah Wilayah Potensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved