Minut Sulawesi Utara
Kronologi Penganiayaan Sekuriti di Minut Sulawesi Utara, Korban Dituduh Kerja Sama dengan Pencuri
Berikut ini kronologi kasus penganiayaan sekuriti di Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Korban dituduh bekerjasama dengan pencuri.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua orang korban penganiayaan di Desa Kema, Minut, Sulawesi Utara, mendatangi Polres Minahasa Utara (Minut), Rabu (20/7/2022).
Kedatangan dua korban untuk meminta polisi usut tuntas kasus penganiayaan yang terjadi terhadap mereka berdua dan dua teman mereka.
Kedua korban yang mendatangi Polres Minut adalah Hasan Mustafa dan Kisman Bala, mereka bekerja sebagai sekurity di PLTU Kema.
Informasi yang diperoleh korban ada empat orang, dua lainnya sebagai buruh di PLTU.
Kejadian pada 10 Juni 2022 sekitar pukul 02.30 Wita di PLTU Desa Kema.
Hasan menceritakan kronologinya bahwa ada sekitar 15 orang yang masuk di lokasi mereka bekerja dalam keadaan mabuk.
"Saat itu rekan dua kami yang buruh sedang tidur di dalam kontener tempat kerja kami, saya di Pos 1 dan Kisman di Pos 3.
Lalu para pelaku datang di pos 3 di situ ada Kisman dan katakan bahwa kedua buruh yang sedang tidur itu adalah pencuri," kata Hasan.
Setelah mendengar perkataan para pelaku salah satu sekuriti yaitu Kisman menjelaskan mereka bukan pencuri.
Tetapi orang-orang yang sudah mabuk itu katakan bahwa sekuriti sudah kerja sama dengan pencuri.
Setelah mengatakan hal itu menurut Hasan, kedua buruh yang sedang tidur langsung dianiaya para pelaku.
Selesai menganiaya kedua buruh, Hasan sampaikan Kisman juga dianiaya para pelaku.
"Pelaku menganiaya Kisman dan dua buruh menggunakan tangan dan kaki," katanya.
Lanjut Hasan, ketika pelaku menganiaya dua rekan buruh dan Kisman. Para pelaku membawa dua buruh di pos 1 yang dijaganya.
Melihat para pelaku datang di posnya, Hasan langsung bersembunyi di bawah meja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hasan-Mustafa-salah-satu-korban-penganiayaan-di-Kema-Minahasa-Utara-Sulawesi-Utara.jpg)