Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Baru Terungkap soal Kejanggalan Senjata Bharada E, Ini Kata Eks Kabareskrim Komjen Susno Duadji

Kasus penembakan Brigadir J terus menjadi perhatian publik, dari Mantan Kabareskrim pun ikut menyoroti

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun Manado/Istimewa via TribunSumsel.com/Instagram @r.lumiu/via TribunJakarta.com
Soal kasus kematian Brigadir J disoroti eks Kabareskrim Polri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus baku tembak Brigadir J dan Bharada E di Rumah Kadiv Propam saat ini masih jadi misteri.

Terkait hal tersebut kasus ini menjadi sorotan.

Bahkan salah satu mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Purn Susno Duaji.

Baca juga: Akhirnya Terungkap soal Kejanggalan Penembakan Brigadir J, Ini Analisa Eks Kepala Intel TNI

Baca juga: Sosok Ricky Ham Pagawak, Bupati Membrano Tengah Jadi Buronan KPK, Ini Pelanggarannya

Baca juga: Yuhuuu 4 Shio ini Diramal Beruntung Hari ini Senin 18 Juli 2022, Rezeki Mengalir kepada Mereka

Foto :  Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji mempertanyakan Bharada E yang sudah memegang senjata api laras pendek. Susno Duadji pun menanyakan isu yang berembus tersebut ke Ex Kadivkum Polri, Irjen Pol Aryanto Sutadi. Diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI mengungkap alasan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak mati oleh Bharada E di kediaman Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022). (Tangkap Layar Youtube Polisi Ooh Polisi)

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Purn Susno Duadji ikut menyoroti soal senjata Glock yang digunakan Bharada E dalam kasus polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Penjelasan Polri bahwa Bharada E menggunakan senjata pistol jenis Glock-17 saat baku tembak hingga menewaskan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo memicu tanda tanya sejumlah pihak.

Pasalnya tidak semua anggota polisi bisa mendapatkan senjata jenis tersebut, apalagi E merupakan anggota polisi berpangkat Bharada yang ada di level tamtama.

Lalu apakah boleh seorang Tamtama berpangkat Bhayangkara Dua (Bharada) memegang senjata api berjenis Glock?

Namun sebelum menyimak penjelasan para eks jenderal polisi hingga analisa sejumlah pengamat, berikut kami informasikan awal kejadian kasus yang menghebohkan ini.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI mengungkap alasan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak mati oleh Bharada E di kediaman Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa Brigpol Yosua ditembak mati karena diduga melakukan pelecehan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

"Yang jelas gininya, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).

Ramadhan menuturkan bahwa fakta itu diketahui berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dua saksi yang diperiksa diantaranya adalah Istri Kadiv Propam dan Bharada E.

"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ungkap Ramadhan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved