MTPJ 17 23 Juli 2022
BACAAN ALKITAB: Ibrani 12:18-29 “Mengucap Syukur Menurut Cara Yang Berkenan”
Bagi orang Kristen, mengucap syukur adalah kewajiban. Karena hal mengucap syukur bukan dilakukan atas kehendak manusia melainkan kehendak Tuhan.
Allah tetap menuntut dari kita tanggungjawab iman atas ibadat korban penebusan itu. Salah satu bentuk tanggungjawab kita adalah mengucap syukur kepada Tuhan. Setiap bentuk ungkapan syukur kita, baik dalam kata dan perbuatan bukan lagi sebagai “ibadat korban” pendamaian seperti yang lazim dalam PL (Imamat 16) melainkan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas karya selamat-Nya untuk kita.
Bahwa Tuhan tetap menguji setiap ungkapan syukur kita, berkenan atau tidak berkenan di hadapan-Nya. Karena itu jangan asal mengucap syukur. Bersyukurlah dengan cara yang berkenan kepada Tuhan, dengan rasa takut dan hormat atas semua karya selamat Tuhan atas perjalanan hidup kita.
Tidak peduli dengan keadaan kita, entah dalam senang-susah, untung-malang, gagal-sukses. Berusahalah untuk menemukan alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Karena Tuhan menghendaki kita mengucap syukur dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/cerita-alkitab-perumpaan-domba-yang-hilang-gembala-pilih-tinggalkan-99-domba-cari-yang-tersesat.jpg)