Gempa Bumi
Gempa Guncang Pangandaran 17 Juli 2006 Tewaskan 300 Orang, Mengenang 16 Tahun Tragedi di Jabar
Mengenang Tragedi Gempa bumi di Pangandaran Jawa Barat yang menewaskan 300 orang
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wilayah Pangandaran, Jawa Barat diguncang gempa hingga sebabkan Tsunami.
Diketahui guncangan gempa terjadi pada 17 Juli 2006 atau 16 tahun yang lalu.
Akibat bencana gempa tersebut 300 orang meninggal dunia.
Baca juga: Pantas Razman Nasution Dipecat Dari KAI dan AK Advokat Dicabut, Ternyata Banyak Sebabnya
Baca juga: Akhirnya Luka Sayat di Tubuh Brigadir J Dipertanyakan, Kuasa Hukum: Setelah atau Sebelum Ditembak?
Baca juga: Kecelakaan Maut, 6 Meninggal Satu Keluarga Termasuk Kakanwil Kemenag, Mobil Avanza Jatuh di Parit
Tragedi gempa Pangandaran 2006 masih menyisakan luka dalam.
Gempa Pangandaran tahun 2006 ini memicu Tsunami di kawasan pantai di Kecamatan Pangandaran, Kalipucang, Parigi, Cijulang, Sidamuih dan Cimerak.
Gempa Pengandaran dengan Magnitudo 7,7 terjadi pada Senin, 17 Juli 2006 pukul 15.19 WIB di lepas pantai Pangandaran, sekitar 220 km.
Kekuatan gempa 7,7 termasuk moderate dan biasanya tidak mengakibatkan tsunami lebih dari 5 meter.
Foto : Kerusakan bangunan di dekat Pangandaran 2006. Perhatikan atap yang rusak pada bangunan di sebelah kiri, yang menunjukkan ketinggian tsunami. (IST)
Namun, tsunami yang terjadi pada hari tersebut memiliki ketinggian rayapan sekitar 21 meter, dikutip dari The 17 July 2006 Tsunami Earthquake in West Java.
Jumlah pengungsi diperkirakan 43.759 orang, 300 orang meninggal dunia, 301 luka berat, 551 luka ringan dan 156 orang hilang.
Para pengungsi saat itu ditempatkan di 10 lokasi di Kecamatan Pangandaran, 3 lokasi di Kecamatan Kalipucang, 6 lokasi di Kecamatan Sidamulih dan 8 lokasi masing-masing di Kecamatan Cemerak dan Cijulang.
Bupati Ciamis yang menjabat saat itu, Engkon Komara memperkirakan kerugian mencapai Rp 166,2 milyar.
Bantuan berdatangan dari seluruh penjuru Indonesia, dikutip dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Departemen Pekerjaan Umum RI terus melakukan cek data korban untuk memastikan jumlah bantuan yang dibutuhkan.