Internasional

Bill Gates Sumbangkan Uang Rp 300 Triliun, Rela Keluar dari Daftar Orang Terkaya Dunia

Bill Gates dikabarkan akan menyumbangkan uang sebesar Rp 300 triliun. Rela keluar dari daftar orang terkaya di dunia. Apa penyebabnya?

Editor: Frandi Piring
Kompas.com/Business Insider
Pendiri Microsoft Bill Gates Sumbangkan Uang Rp 300 Triliun, Rela Keluar dari Daftar Orang Terjaya Dunia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pendiri Microsoft Bill Gates dikabarkan akan menyumbangkan uang sebesar Rp 300 triliun untuk salah satu proyeknya.

Merasa memiliki "kewajiban" untuk mengembalikan sumber dayanya ke masyarakat, Bill Gates rela keluar dari Daftar Orang Terkaya Dunia.

Bahkan ia pernah mengatakan bahwa akan keluar dari daftar tersebut.

Mungkin setiap orang pasti bangga jika namanya masuk dalam daftar orang-orang terkaya.

Terlebih lagi jika masuk dalam Daftar Orang Terkaya Dunia, pasti tak terbilang lagi betapa bangganya.

Namun rupanya hal ini tidak lagi berlaku bagi seorang miliader bernama Bill Gates.

Pendiri Microsoft yang dulunya selalu menjadi icon orang terkaya di dunia, kini justru seperti merasa muak dengan status itu.

Miliarder kesohor ini bahkan bersumpah untuk keluar dari daftar orang-orang terkaya di dunia.

Bahkan demi bisa keluar dari jajaran papan atas orang pemilik kekayaan di dunia, Bill Gates akan memberikan sumbangan sebesar 20 miliar dollar AS atau setara Rp 300 triliun untuk dana filantropisnya.

Bill Gates yang kini berada di posisi orang terkaya keempat di dunia mengatakan bahwa dia memiliki "kewajiban" untuk mengembalikan sumber dayanya ke masyarakat.

Bill Gates pertama kali berjanji untuk memberikan kekayaannya pada tahun 2010, tetapi kekayaan bersihnya meningkat lebih dari dua kali lipat sejak saat itu.

Kekayaan Bill Gates saat ini bernilai 118 miliar dollar AS, menurut majalah Forbes, tetapi itu akan turun secara signifikan setelah sumbangannya pada bulan Juli ke Bill & Melinda Gates Foundation, dana amal yang dia dirikan bersama mantan istrinya pada tahun 2000.

Dalam utas Twitter, Gates mengatakan yayasan itu akan meningkatkan pengeluarannya dari 6 miliar dollar AS per tahun menjadi 9 miliar dollar AS pada tahun 2026 karena "kemunduran global" baru-baru ini termasuk pandemi, Ukraina, dan krisis iklim.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved