Penemuan Mayat di Talaud

Penemuan Mayat di Desa Akas Bowone Talaud Sulawesi Utara, Ditemukan di Kebun

Penemuan mayat di lokasi perkebunan warga di Desa Akas Bowone Kecamatan Damau Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Chintya Rantung
Ist
Kapolsek Damau bersama anggotanya melakukan olah TKP atas penemuan mayat di Desa Akas Bowone Talaud Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penemuan mayat di lokasi perkebunan warga di Desa Akas Bowone Kecamatan Damau Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

Mayat ditemukan kemarin Jumat (8/7/2022).

Mayat lelaki tersebut diketahui bernama Septnus Paraso alis SEP (29) warga Desa Talolang Sere Kecamatan Lirung Kabupaten Talaud.

Menurut saksi mata Melki Gumolung (43) warga setempat yang pertama menemukan korban pada saat itu berada di samping Tempat Pengolahan Kelapa (kopra) di Kebun Panadapan sekitar pukul 24.00 Wita.

"Memang saya dengan korban pada saat itu sedang bekerja mengolah kelapa (kopra) di kebun milik warga setempat.

Sebelumnya korban sempat mengeluhkan sakit perut dan muntah - muntah kepada saya serta terlihat lemas usai bekerja memanjat kelapa," sebutnya.

Lanjutnya, pada saat itukorban sempat istirahat di tempat pematangan kopra setelah ditinggal saya untuk pergi ke kampung mencari rokok.

"Jarak dari kebun ke kampung lumayan jauh sehingga setelah balik melihat korban sudah terbujur kaku dan tidak bernyawa lagi ucap Teman korban saat di mintai keterangan polisi," ceritanya.

Sementara itu Kapolsek Damau Iptu Handri Kilare saat dikonfirmasi Tribun Manado Sabtu (9/7/2022) membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan data serta keterangan dari saksi sekaligus temannya, dan kami juga sudah melakukan pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim kesehatan dan dari hasil periksaan, tidak didapati adanya tanda-tanda kekerasan atau hal yang menonjol pada diri korban .

"Diduga korban mengalami sakit yang sudah lama dideritanya.

Pihak keluarga korban pun mengatakan korban mempunyai riwayat penyakit kronis yang telah lama dideritanya," kata Kilare.

Ia menyebutkan berdasarkan pengakuan dari pihak keluarga Korban dalam hal ini tidak mempermasalahkan peristiwa tersebut dan menerima bahwa kejadian tersebut adalah murni musibah karena Penyakit.

"Pihak keluargapun menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban dan dengan bantuan pihak kepolisian korban langsung dibawa ke kampung nya untuk dilaksanakan pemakaman," pungkasnya. (Iv)

Baca juga: 4 Tempat Wisata di Minahasa Sulawesi Utara, Pantai hingga Wisata Sejarah, Cocok Dinikmati Anak Muda

Baca juga: Akhirnya Terungkap Sosok Pria Pendonor Sperma Profesional, Kini Punya 46 Anak dan 9 Calon Bayi

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved