Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Rusia Vs Ukraina

Militer Ukraina di Perbatasan Rusia Makin Terdesak, Putin Kerahkan Pasukan Serang Pinggiran Ukraina

Militer Rusia benar-benar tak memberi ampun kepada Ukraina, dengan terus menambah pasukan dan amunisi di beberapa daerah perbatasan.

Editor: Aswin_Lumintang
afp
Militer Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RUSIA -  Militer Rusia benar-benar tak memberi ampun kepada Ukraina, dengan terus menambah pasukan dan amunisi di beberapa daerah perbatasan.

Tujuannya adalah menekan dan merebut pinggiran Ukraina, terutama sebagian Donbas yang belum dikuasai.

Sumber di perbatasan Ukraina menyebutkan, banyak sekali pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan tentara Rusia. Banyak warga sipil yang tidak berdosa menjadi korban serangan pasukan 'suruhan' Vladimir Putin tersebut.

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh Layanan Darurat Negara Ukraina pada 28 Juni 2022 menunjukkan penyelamat bekerja di reruntuhan sebuah mal di Kremenchuk, sehari setelah terkena serangan rudal Rusia menurut pihak berwenang Ukraina. (Photo by Ukrainian State Emergency Service Press Service / AFP)
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh Layanan Darurat Negara Ukraina pada 28 Juni 2022 menunjukkan penyelamat bekerja di reruntuhan sebuah mal di Kremenchuk, sehari setelah terkena serangan rudal Rusia menurut pihak berwenang Ukraina. (Photo by Ukrainian State Emergency Service Press Service / AFP) (AFP/STR)

Rusia disebut sedang memindahkan pasukan cadangan dari seluruh negeri dan mengumpulkannya di dekat Ukraina.

Pasukan cadangan itu dikumpulkan untuk operasi ofensif di masa depan.

Hal ini diungkapkan Kementerian Pertahanan Inggris, Sabtu (9/7/2022).

Guardian melaporkan, pembaruan intelijen itu mengatakan, sebagian besar unit infanteri baru "mungkin" dikerahkan dengan kendaraan lapis baja MT-LB yang diambil dari penyimpanan jangka panjang. 

Rusia dikatakan telah lama menganggap mereka tidak cocok untuk sebagian besar peran transportasi infanteri.

Serangan Intensif di Timur dan Selatan

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pencurian di Pasar 45 Manado Sulawesi Utara, Terungkap Modusnya

Baca juga: Dendam Tetsuya Yamagami kepada Shinzo Abe, Bawa-bawa Soal Agama?

Pasukan Ukraina pada Sabtu (9/7/2022) ini bertempur untuk membendung kemajuan militer Rusia yang mulai merangsek ke wilayah Donbas, Ukraina timur.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat bahwa Kremlin tidak berminat untuk berkompromi.

Ia menegaskan bahwa sanksi Barat terhadap Rusia berisiko menyebabkan kenaikan harga energi secara drastis.

 Di Indonesia, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bentrok dengan mitranya dari Barat dalam pertemuan para menteri G20 di Bali.

Menurut laporan Reuters, para diplomat Barat mendesak Rusia membuka jalur pengiriman biji-bijian atau gandum dari Ukraina.

Utusan Rusia untuk Inggris, sementara itu, menawarkan sedikit prospek mundur dari bagian Ukraina di bawah kendali Rusia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved