Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Anak Kiai Jombang

Jejak Pelarian Mas Bechi Anak Kiai Jombang, Predator Santriwati, 6 Bulan Buron dan Disembunyikan

Jejak pelarian Mas Bechi sebagai pelaku kasus pencabulan santriwati. Enam bulan buron dan sempat disembunyikan, kini ditangkap Polisi.

Editor: Frandi Piring
Tribunnews/Instagram Musik Metafakta Oxytron/Kompas.com/Achmad Faisal/Tribun Jatim
Jejak Pelarian Mas Bechi Anak Kiai Jombang, Predator Santriwati, 6 Bulan Buron dan Disembunyikan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah berbulan-bulan buron, akhirnya Moch Subchi Azal Tzani alias Mas Bechi alias MSAT, anak kiai Jombang, Jawa Timur (Jatim), ditangkap pada Kamis (7/7/2022).

Jejak pelarian Mas Bechi sebagai pelaku kasus pencabulan santriwati ini terlibang mengejutkan publik.

Mas Bechi tertangkap setelah enam bulan buron dan sempat disembunyikan.

Moch Subchi Azal Tzani diketahui ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan santriwati.

Seusai diringkus Polisi secara paksa, Mas Bechi kini mendekam di ruang isolasi khusus Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jatim, mulai Jumat (8/7/2022).

Anak Kiai Jobang itu akan menjalani masa isolasi selama 14 hari.

Baca juga: Sosok Mas Bechi Moch Subchi Azal Tzani, Anak Kiai Jombang DPO Kasus Rudapaksa, Punya Ilmu Metafakta

Kepala Rutan Surabaya Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho mengatakan, MSAT ditempatkan di ruang khusus seluas 4x5 meter bersama 10 orang penghuni lainnya.

Sesuai prosedur, MSAT tak boleh dikunjungi oleh siapa pun selama masa diisolasi.

"Kecuali ada permohonan dari aparat penegak hukum untuk kepentingan penyidikan lanjutan atau penyelesaian berkas perkara," ujarnya, Jumat.

Enam bulan buron

Sebelum ditangkap, MSAT sempat buron selama enam bulan.

Nama MSAT dimasukkan oleh Polda Jatim dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak pertengahan Januari 2022.

Sebelum memasukkan MSA ke dalam DPO, polisi sempat mengantar surat pemanggilan kepada tersangka ke Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Jombang.

Namun, petugas diadang ratusan simpatisan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved