Berita Heboh
Penampakan Epah, Sapi Kurban dari Konawe Sultra yang Dibeli Presiden Jokowi, Beratnya 1,1 Ton
Sapi berjenis Simmental itu milik Ade Arianto (26), peternak asal Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Begitu juga untuk makanan serta kebersihan dari sapi miliknya tidak perlu diragukan.
Sapinya teratur diberi makan 2 kali sehari serta tiap pagi dan sore dilakukan pembersihan kandang.
Ade menuturkan, pada tanggal 6 Juli 2022, ia bersama Dinas Peternakan Provinsi Sultra akan membawa sapi Epah ke Kecamatan Pasar Wajo, Kabupaten Buton untuk dijadi kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha.
"Saya harus dampingi karena jangan sampai sapinya stres, apalagi dia cium bau orang lain bisa tambah stres," jelasnya.
Sapi kurban Jokowi untuk masyarakat Buton
Sementara itu, Kasubag Bina Keagamaan Biro Kesra Pemprov Sultra Daryodi mengungkapkan, sapi tersebut merupakan hasil seleksi selama satu bulan penuh di seluruh peternakan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sapi jenis Simental milik peternak asal Kabupaten Konawe, Ade Arianto terpilih dengan seleksi yang sangat ketat.
Sapi kurban itu telah melalui seleksi ketat dari Dinas Peternakan dengan ketentuan terbaik dan terberat untuk dipilih.
"Dan proses itu sudah dilakukan oleh dinas peternakan, mulai dari sampel darah dan juga tidak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) serta swab. Hasil seluruhnya negatif dan dinyatakan bisa jadi hewan kurban," kata Daryodi, Sabtu (2/7/2022) di kandang sapi milik Ade Arianto di Konawe.
Mengantisipasi wabah PMK, dirinya mengaku pihaknya telah mengirim sampel darah di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dilaboratorium.
"Karena Sultra belum tersedia, sampel darahnya sudah kita terima. Dan hasilnya negatif, aman, Insya Allah aman," ujarnya.
Daryodi menambahkan, sapi jenis Simmetal itu akan didistribusikan pada Rabu (6/7/2022) mendatang.
Sapi kurban milik Presiden Jokowi tersebut akan diserahkan di Masjid Raya Nurul Yaqin, Kecamatan Pasar Wajo, Kabupaten Buton untuk masyarakat setempat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com