Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News Analysis

Analisis Pakar, Elis Ratnawati tentang Anak Muda Gampang Emosi hingga Membunuh

Psikolog Elis Ratnawati berikan analisis tentang anak muda yang gampang emosi hingga membunuh.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
HO
Elis Ratnawati SPsi MSi Psikolog memberikan penjelasan tentang anak muda yang gampang emosi hingga membunuh. 

Oleh: Elis Ratnawati SPsi MSi

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian terbentuk saat usia anak  4-5 tahun. 

Keseimbangan cognitif, emosi/afeksi  dan perilaku seseorang dimulai pada pembentukan kepribadian.

Keadaan ini merupakan proses perkembangan dari setiap individu.

Emosi merupakan bagian dari kepribadian seseorang. Ungkapan emosi  dapat terekspresikan dalam bentuk tingkah laku. 

Jika sesorang mengungkapkan emosi marah yang bersangkutan  akan berperilaku seperti: contoh suara yang kuat, membanting pintu, menggebrak meja, ataupun tingkah laku lainnya. 

Tingkah laku demikian merupakan pengendalian diri seseorang terhadap perasaan marah dengan mengarahkan amarah pada objek tertentu. 

Namun jika ungkapan emosi berupa perasaan marah, benci, dendam dan lain-lain tidak mampu dikendalikan, akan membentuk agresifitas pada diri yang bersangkutan.

Keadaan lain yang muncul selain agresifitas adalah depresi. 

Agresifitas terjadi karena adanya atau diakibatkan oleh situasi stres akibat  tekanan, frustrasi dan konflik pada diri seseorang

Ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan situasi emosi memungkinkan yang bersangkutan melakukan tindakan tertentu yang agresif dengan tidak berpikir rasional terhadap sikap atau tindakan dalam merespon situasi emosi yang dihadapi.

Misal lingkungan dirasakan mengancam diri.

Penggunaan senjata tajam bisa merupakan objek yang digunakan untuk melampiaskan emosinya tersebut.

Adanya fenomena  anak-anak muda yang melakukan kekerasan bahkan pembunuhan bisa disebabkan oleh beberapa hal. 

Pertama, latar belakang pola asuh yang salah. Pola asuh ini yang membentuk  agresifitas pada anak 

Kedua, situasi lingkungan yang dihadapi yang menjadi proses pembelajaran yg menetap pada diri anak. Biasanya karena pergaulan yang salah. 

Ketiga, regulasi emosi yang tidak terarah dan tidak rasional. (ndo) 

Kata Pengamat Politik Sulut soal Peluang Parpol di Kursi DPR RI

Baru Terungkap Secantik Apa Ibunya Ariel NOAH, Sudah Berumur Tapi Masih Awet Muda dan Cantik Jelita

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved