Berita Minsel

Tim Geologi Kementrian ESDM Kunjungi Amurang Minsel, Sebut Bencana Serupa Pernah Terjadi Tahun 1968

Bencana di Pantai Amurang Minsel pernah terjadi pada tahun 1968. Hal itu dikatakan Tim Geologi Kementrian ESDM saat mengunjungi Amurang.

Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Manuel Mamoto
Kunjungan Tim Geologi Kemetrian ESDM di Amurang Kabupaten Minsel, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (28/6/2022). Dalam kunjungan tersebut mereka membeber bahwa bencana yang terjadi di pantai Amurang pernah juga terjadi pada tahun 1968 dan 1982. Kedatangan mereka ke Amurang dalam rangka melakukan klarifikasi penyebab bencana. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Badan Geologi Kementrian ESDM RI dan Dinas ESDM Provinsi Sulut berkunjung ke Amurang Kabupaten Minahasa Selatan.

Kunjungan Tim Geologi Kementrian ESDM ini untuk melakukan klarifikasi terkait bencana apa yang terjadi di Amurang. 

Kunjungan Tim Geologi Kementrian ESDM yang dipimpin oleh Sumaryono pada hari ini, Selasa (28/6/2022) ini  mengunjungi gereja GMIM Sentrum Amurang.

Sumaryono menuturkan, sebenarnya bencana yang terjadi di Amurang pernah terjadi pada tahun 1968, 1982.

"Dimana warga  pernah diungsikan dan balik lagi dan tahun ini yang terbesar," terang dia. 

Ia menjelaskan, secara Morfologi lokasi ini rawan terjadi longsoran.

"Jadi kemungkinan besar terjadi longsoran di laut yang menarik sebagian wilayah pantai," kata Sumaryono.

Dia juga sampaikan kalau bencana tersebut jadi besar karena di wilayah sekitar muara sungai juga sudah ada reklamasi dan pembangunan.

Meski begitu, ia masih akan berkoordinasi lagi dengan beberapa pihak terkait.

"Agar hasil yang disampaikan itu sinkron," ujar dia. 

Ia menjelaskan dalam penelitian ini, akan turun Dinas ESDM Geolistrik  untuk mengetahui bagaimana kondisi di bawah permukaan.

Kemudian dari PUPR akan melakukan pengeboran untuk mengetahui struktur tanah.

Sementara dari PPS akan melakukan batimetri pengamatan bawah laut, melihat profil kedalaman laut apa ada pola longsoran di bawah laut.

"Kesimpulankan harus sinkron," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Janno, satu petugas dari PUPR Minsel mengatakan akan melakukan pengeboran di tiga titik secara bersamaan.

"Kami akan melakukan pengoboran inti kanan kiri dan tengah guna mengetahui komposisi dasar struktur tanah.

Sampel tanah yang diambil dari ketiga titik tersebut sudah mewakili keseluruhan lokasi bencana longsor laut di Amurang," ujar Janno. (Isak)

Kasat Pol PP Tidak Pernah Beri Arahan Lakukan Pengrusakan di FIF Manado: Itu Spontan

Nasib Pilu Bos Holywings, Awalnya Jualan Nagor Kini Setelah Sukses Malah 12 Outletnya Disegel

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved