Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Papua

Pemuda KMP Tolak Tegas KKB Papua: 'OPM Melakukan Kekerasan dan Teror Kepada Orang Papua Sendiri'

Pemuda KMP menyampaikan keluh-kesah atas keberadaan OPM di tanah Papua. Sampaikan 4 poin penolakan.

Editor: Frandi Piring
Tribun Papua
Pemuda Komponen Masyarakat Papua (KMP) Tolak Tegas OPM KKB Papua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - "OPM masih sibuk melakukan kekerasan dan teror bahkan kepada orang Papua sendiri," ujar Ketua II Pemuda Adat Saireri, Ali Kabiay, Senin (27/6/2022).

Ali Kabiay mengatakan perjuangan KKB saat ini tak murni membela orang Papua.

Sederet organisasi pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Komponen Masyarakat Papua, di Kota Jayapura, Senin (27/6/2022),

dengan tegas menolak kehadiran Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) di Bumi Cenderawasih.

Pemuda KMP menyampaikan empat poin penolakan atas keberadaan OPM yang selama ini dianggap hanya perusak tanah Papua karena melakukan kekerasan dan teror kepada orang asli Papua.

OPM yang dianggap sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dinilai telah meresahkan warga di Papua, belakangan ini.

KKB Papua tak habis-habisnya menebar teror dan penembakan terhadap warga sipil hingga aparat keamanan.

Komponen Masyarakat Papua menyatakan, OPM atau disebut KKB bahkan tak segan-segan menghilangkan nyawa putra daerah Papua sendiri.

Ketua II Pemuda Adat Saireri, Ali Kabiay, mengatakan perjuangan KKB saat ini tak murni membela orang Papua.

Upaya yang dilakukan kelompok separatis tersebut pun dinilai sudah kuno.

"Negara lain sedang bersaing dalam perang okonomi, OPM masih sibuk melakukan kekerasan dan teror bahkan kepada orang Papua sendiri," ujar Ali dalam isi deklarasi, secara tertulis kepada Tribun-Papua.com.

Selain Ali Kabiyai, deklarasi juga diikuti sejumlah tokoh pemuda Papua.

Di antaranya Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Max Abner Ohee, Ketua GERCIN Rudi Samori, dan beberapa tokoh muda Papua lainnya.

Sebelum membacakan deklarasi menolak OPM, mereka juga menggelar diskusi sejarah integrasi Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya punya banyak teman anak asli Papua yang saat ini sedang hidup di luar negeri.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved