Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Rusia Vs Ukraina

Perusahaan Nike dan Raksasa Teknologi Cisco Benar-benar Tinggalkan Rusia

Sebagian besar usaha yang berpusat di Amerika Serikat dan Eropa telah meninggalkan rusia, mengikuti sikap pemerintah AS dan Barat.

Editor: Aswin_Lumintang
AFP
Update Perang Rusia Ukraina: Pasukan Zelensky Hancurkan Gudang Peluru Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RUSIA - Sebagian besar usaha yang berpusat di Amerika Serikat dan Eropa telah meninggalkan rusia, mengikuti sikap pemerintah AS dan Barat.

Terakhir, Produsen sepatu Nike Inc dan raksasa teknologi Cisco memutuskan untuk meninggalkan pasar Rusia pada Kamis (23/6/2022).

"Nike Inc telah membuat keputusan untuk meninggalkan pasar Rusia. Nike.com dan aplikasi seluler Nike tidak akan tersedia lagi di wilayah ini," tulis pernyataan perusahaan dalam situs webnya.

Dilansir TASS, produsen alas kaki dan pakaian berbasis di Amerika Serikat (AS) menuturkan toko Nike baru-baru ini ditutup sementara dan tidak akan dibuka kembali.

Ilustrasi sepatu Nike
Ilustrasi sepatu Nike (Instagram.com)

Pada Mei kemarin, Nike mengonfirmasi tidak akan memperbarui dan membuat perjanjian baru dengan mitra Rusia.

Sebelumnya, Nike pada 3 Maret 2022 menangguhkan operasi di semua toko di Rusia sebagai tanggapan atas tindakan Moskow ke Ukraina.

Perusahaan menerangkan, toko yang masih buka dijalankan oleh mitra independen.

Logo Nike digantung di atas pintu masuk toko Nike pada 21 Desember 2021 di Miami Beach, Florida.
Nike akan keluar sepenuhnya dari Rusia tiga bulan setelah menangguhkan operasinya di sana, kata pembuat pakaian olahraga AS itu kepada Reuters pada Kamis.

Keputusan ini mengikuti langkah perusahaan-perusahaan Barat yang meninggalkan Rusia.

Baca juga: Bahagianya, Wanita Asal ini Dinikahi Lee Minho, Pria Asal Korea Beri Mahar Mobil hingga Apartemen

Baca juga: Tidur di Barak Selama Rakernas PDIP, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Disebut Ngorok Saat Tidur

Rusia bentuk undang-undang 

Dikutip BBC, Rusia semakin terisolasi secara ekonomi sejak invasi, ketika Barat dan sekutu menjatuhkan sanksi dan perusahaan internasional menuju pintu keluar.

Negara itu sekarang sedang mengerjakan undang-undang yang akan menghukum perusahaan asing yang ingin pergi.

Undang-undang tersebut memungkinkan pemerintah menyita aset mereka dan menjatuhkan hukuman pidana, menurut Reuters.

Baca juga: Meski Minor, Marc Marquez Tetap Akan Diperjuangkan, Tapi Honda Diprediksi Ganti Pembalap dan Tim

50 toko Nike tutup

Nike memiliki lebih dari 50 toko di Rusia, sekitar sepertiga di antaranya tutup, menurut situs webnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved