Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Koalisi Partai Politik

Hasto Tegaskan Tertutup Koalisi dengan PKS, Singgung Kedekatan Prabowo, Cak Imin dan Megawati

Konstelasi politik menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024, parpol semakin terpola ke beberapa poros. Saat ini ada yang memprediksi

Editor: Aswin_Lumintang
Youtube Setpres/Screenshot
Presiden Jokowi berjalan dengan 7 Ketum Parpol sebelum Reshuffle Kabinet. Megawati hingga Prabowo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Konstelasi politik menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024, parpol semakin terpola ke beberapa poros. Saat ini ada yang memprediksi ke depan akan terbentuk empat poros dalam pencalonan Capres 2024.

Beberapa poros yang mulai terbentuk adalah Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri Partai Golkar, PPP dan PAN. Kemudian poros Gerindra dan PKB dan PDI Perjuangan bisa saja mengusung calon sendiri.

Sedangkan poros terakhir yakni Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyinggung momen Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bertanya soal tongkat kepada Megawati Soekarnoputri.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Dok DPP PDIP)

Hal tersebut diungkapkan Hasto Kristiyanto saat bicara soal peluang PDIP akan merapat bersama dengan Gerindra dan PKB dalam menghadapi Pilpres 2024.

Hasto mengungkapkan, bahwa hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sangat cair dan baik.

"Jadi ya Cak Imin itu cair orangnya ya, dia bertemu dengan bu Mega karena beliau dekat dengan bu Mega, Cak Imin ini," kata Hasto di sela-sela Rakernas II PDI Perjuangan di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Hasto mencontohkan, dekatnya Megawati dan Cak Imin terlihat saat pengumuman reshuffle kabinet di Istana Negara, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Cak Imin menyinggung tongkat yang digunakan Megawati.

"Kalau Cak Imin ini memang kita ketemu dengan bu Mega kemarin juga dialog-dialog itu lucu," ungkap Hasto.

"Jadi sambil menanyakan ibu kan membawa tongkat, pusaka ini dari mana ini, unik ini dan terjadi lah dialog tentang tongkat bu Mega itu," tambahnya.

Lebih lanjut, kata Hasto, Cak Imin dititipkan Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid.

 
Dimana, Megawati merupakan wakil presiden di era Presiden Gus Dur.

Ia juga menilai, bahwa kerjasama Cak Imin dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merupakan sesuatu yang positif.
Apalagi Prabowo dan Megawati juga memiliki hubungan yang dekat.

"Bahkan (Cak Imin) dititipkan oleh Gus Dur kemudian bertemu dengan pak Prabowo. Ya silaturahim kan suatu hal yang baik suatu hal yang positif untuk bertemu," jelas Hasto.

Sementara, Hasto turut menanggapi soal koalisi yang dibangun oleh Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hasto mengatakan, PDIP mengapresiasi soal terbentuknya kerja sama antar dua parpol tersebut. Tak hanya itu, PDIP juga menyampaikan ucapan selamat untuk NasDem dan PKS.

"Ya itu bagus sekali ada partai yang secara dini membangun koalisi antara Nasdem dengan PKS. PDI Perjuangan mengucapkan selamat atas koalisi Nasdem dan PKS tersebut," kata Hasto.

Hasto pun mengatakan, bahwa PDIP tidak mau masuk ke dalam pusaran koalisi yang kini coba dibangun oleh parpol.

Namun, kata Hasto, PDIP memiliki keyakinan bahwa jalan yang harus ditempuh saat ini adalah turun ke bawah dan menyerap aspirasi masyarakat.

Terkhusus, membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi akibat dampak pandemi.

"Tetapi bagi PDI perjuangan keyakinan yang kami tempuh adalah turun ke bawah ke desa-desabmenyerap aspirasi masyarakat desa, membantu memulihkan dari dampak pandemi (Covid) 19," ucap Hasto.

Tutup Pintu Buat PKS-Demokrat

PDIP secara jelas menyatakan tak akan membangun kerja sama politik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat ditanya kemungkinan bergabung dengan koalisi NasDem dan PKS dalam Pemilu 2024.

"Ya kalau dengan PKS tidak," kata Hasto.

Daftar Calon Capres 2024 dari Nasdem, Diusulkan 34 DPW di Rakernas Nasdem 2022. Ganjar dan Anies Mendominasi.
Daftar Calon Capres 2024 dari Nasdem, Diusulkan 34 DPW di Rakernas Nasdem 2022. Ganjar dan Anies Mendominasi. (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Hasto pun tak menjelaskan secara gamblang alasan kenapa PDIP enggan berkoalisi dengan PKS.

Tak hanya itu, Hasto mengatakan tak mudah untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Hasto, dalam berbagai dinamika politik di Tanah Air menunjukkan bahwa kedua partai tersebut tidak mudah untuk berkoalisi.

"Kalau saya pribadi sebagai Sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukan hal itu," kata Hasto.

Baca juga: 1.170 Calon Mahasiswa Lulus SBMPTN di Universitas Negeri Manado, Rektor Unima: Banyak Selamat!

Baca juga: Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Suport Langkah KSP Kepemimpinan Moeldoko

Hasto menuturkan, koalisi juga dibangun harus melihat emosional pendukung PDIP atau wong cilik.

Sebab wong cilik, katanya, tak suka terhadap berbagai bentuk kamuflase politik dan mau apa adanya.

"Ya, koalisi ini harus melihat emosional bonding pendukung PDIP, begitu. Pendukung PDIP ini rakyat wong cilik yg tidak suka berbagai bentuk kamuflase politik. Rakyat apa adanya," ujar Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan, PDIP berpolitik bergerak ke rakyat untuk menggalang kekuatan rill, bahkan kekuatan di awang-awang.

Baca juga: Megawati Makan Bakso Bersama Puan-Prananda Usai Penutupan Rakernas II PDIP

"Bagi PDIP berpolitik ini bergerak ke bawah. Ketika kita menggalang kekuatan riil dari rakyat, bukan kekuatan di awang-awang," ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait kerja sama antar partai politik dilakukan melalui pendekatan yang lebih intens disertai pembahasan agenda strategis untuk kemajuan negara.

"Akan tiba saatnya komunikasi intens kerja sama politik dalam kaitan untuk mengusung Paslon itu dilakukan melalui pendekatan yang jauh lebih intens disertai pembahasan agenda strategis bagi kemajuan negara besar seperti Indonesia," jelas Hasto.(tribun network/yuda).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Peluang PDIP Koalisi dengan PKB-Gerindra, Hasto Singgung Momen Cak Imin Tanya Tongkat Megawati, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/06/24/soal-peluang-pdip-koalisi-dengan-pkb-gerindra-hasto-singgung-momen-cak-imin-tanya-tongkat-megawati?page=all

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved