Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Negara-negara Berkembang Berikut Rentan Akibat Kenaikan Suku Bunga Global

Kenaikan suku bunga global mempengaruhi perekonomian banyak negara. Terbaru, S&P Global mengungkapkan negara-negara yang rentan perekonomiannya.

Editor: Isvara Savitri
KONTAN
Ilustrasi dolar dan rupiah. Berikut daftar negara yang rentan akibat kenaikan suku bunga global. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah negara berkembang diprediksi akan mengalami tekanan peringkat kredit.

Hal tersebut disebabkan kenaikan suku bunga global.

Prediksi tersebut diungkap oleh lembaga pemeringkat internasional S&P Global.

Laporan S&P menyebut, Italia yang punya tingkat utang terhadap produk domestik bruto (PDB) besar akan menghadapi tagihan utang tertinggi.

Sementara Ukraina, Brasil, Mesir, Ghana dan Hongaria adalah negara-negara pasar berkembang yang paling rentan.

"Kenaikan suku bunga terlihat menjadi tantangan fiskal bagi minoritas penguasa pasar maju dan setidaknya enam dari 19 penguasa pasar negara berkembang," demikian laporan S&P yang dikutip Reuters.

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi Kamis-Jumat, 23-24 Juni 2022, BMKG: Waspada Gelombang 6 Meter

Baca juga: Suhartini Damo Targetkan 6 Bulan Bisa Turunkan Angka Stunting di Bolsel, Dinas PPKBP3A Gelar Rakerda

S&P mengasumsikan biaya pinjaman akan naik hingga 300 basis poin dalam tiga tahun ke depan.

Dengan banyak negara telah menaikkan suku bunga dengan laju tercepat dalam beberapa dekade, biaya pinjaman negara-negara kaya yang ditunjukkan oleh imbal hasil obligasi acuan mereka, sudah naik lebih dari 200 basis poin, atau 2 poin persentase, selama setahun terakhir.

Proyeksi Kenaikan bunga 300 bps dalam tiga tahun ke depan, menurut S&P, akan meningkatkan 1 poin persentase peningkatan PDB dalam belanja bunga pada tahun 2025 dibandingkan dengan pengeluaran bunga rata-rata tahun ini terhadap PDB sebesar 2,2 persen.

Inflasi.
Inflasi. (NET)

"Itu adalah titik tekanan yang signifikan pada pengeluaran publik dalam banyak kasus," kata S&P.

Khusus Italia yang memiliki rasio utang sudah lebih dari 140 persen dari PDB, potensi pengeluaran biaya bunga bisa lebih besar lagi jika biaya pinjaman naik 300 basis poin.

Jika kenaikan bunga tak bisa dicegah, hitungan S&P, dapat meningkatkan biaya bunga Italia 5,5 poin persen dari PDB, level yang sama di tahun 2012.

Baca juga: Politeknik Negeri Manado Kerjasama dengan UOG, Membangun Program Studi Baru GTM

Baca juga: Gempa Terkini Guncang Jatim dan Jateng Pagi Ini Kamis 23 Juni 2022, Info BMKG Lokasinya

Untuk Spanyol akan naik menjadi 3 poin persen dari PDB, level tertinggi sejak 2015.

Untuk Amerika Serikat akan menjadi 4,6 poin persen, untuk Inggris akan menjadi 3,5 poin persen.

Sementara di Jepang, yang memiliki rasio utang terhadap PDB tertinggi di dunia pada 223 persen, itu akan naik menjadi 5,4 poin persen.

Gedung Bank Sentral AS
Gedung Bank Sentral AS (kontan)
Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved