ODGJ Mengamuk di Kotamobagu

KRONOLOGI dan Identitas Korban ODGJ Mengamuk di Kotamobagu, Ada Anak Usia 4 Tahun

Sebanyak belasan orang menjadi korban pembacokan seorang pria di Kotamobagu yang diduga mengalami gangguan kejiwaan tersebut.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
tribunmanado.co.id/Sriyani Buhang
Suasana di RS Kotamobagu di kelurahan Pobundayan, Kotamobagu. KRONOLOGI dan Identitas Korban ODGJ Mengamuk di Kotamobagu, Ada Anak Usia 4 Tahun 

Umur : 38 thn

Alamat : Pobundayan

Kejadian : Pobundayan

- Sri Adelia Makalalag

Umur : 24 thn

Alamat : Tanoyan

Kejadian : Pobundayan

- Farhan Waroka

Umur : 19 thn

Alamat : Kopandakan 1

Kejadian : Pobundayan

- Ledis Mailool

Umur : 30 thn

Alamat : Moyong kota

Kejadian : Pobundayan

- Musdiamir Podomi

Umur : 38 thn

Alamat : Pobundayan

Kejadian : Pobundayan

- Abdul Damopolii

Umur : 49

Alamat : Bintau

Kejadian : Lolayan

3. Korban Pembacokan Belasan Orang

Sementara dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah orang yang merupakan korban tengah ditangani oleh perawat disebuah rumah sakit di Kotamobagu.

Dari pantauan Tribunmanado.co.id Kurang lebih belasan orang tengah mendapat perawatan.

Korban-korban tersebut mengalami luka bacokan.

Salah satunya seorang anak berusia 8 tahun mengalami luka bacok dibagian kepala.

hingga berita ini diturunkan, Tribunmanado masih mencoba mengonfirmasi jumlah korban aksi pembacokan brutal tersebut.

Diduga ODGJ

Sebelumnya terjadi pembacokan di jalan Kelurahan Matali, Kecamatan kotamobagu timur sekitar pukul 14.00 Wita, Rabu 22/6/2022.

Pria yang diduga ODGJ mengamuk di sepanjang jalan antara Kelurahan Matali, Kecamatan kotamobagu timur sekitar pukul 14.00 Wita, Rabu 22/6/2022.

Sementara itu diketahui pula dari postingan pihak keluarga pelaku dalam status akun @icha mokoagow dalam media sosial Facebooknya memposting permintaan maaf karena tidak dapat mengontrol pelaku yang merupakan adik kandungnya.

"Tolong kalau ada yang menemukan tape ade ada bajalang dia ka arah kota, dia tidak sadar ada bawa parang, dia pe panyaki kambuh karena ta stop obat itu dia tanpa sadar," posting akun Facebook Icha Mokoagow.

Gangguan Kesehatan Mental, Waspadai Penyebab dan Gejalanya pada Diri Sendiri

Mental Health atau kesehatan mental adalah hal yang penting untuk dipahami bersama, bukan hanya pada orang-orang yang saat ini merasa sedang mengalaminya.

Penting juga untuk mewaspadai penyebab dan gejala gangguan kesehatan mental yang harus disadari diri sendiri. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah kondisi sejahtera seseorang, ketika seseorang menyadari kemampuan dirinya, mampu untuk mengelola stres yang dimiliki serta beradaptasi dengan baik, dapat bekerja secara produktif, dan berkontribusi untuk lingkungannya.

Kesehatan mental merupakan dasar yang penting bagi seseorang karena kesehatan mental akan memengaruhi bagaimana seseorang memandang dirinya, lingkungan, dan memahami lingkungan sekitar.

Dikutip dari laman resmi Kemendikbud, ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan mental pada seseorang. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Tekanan atau masalah dalam kehidupan sehari-hari: pekerjaan, pertemanan, keluarga.
  2. Trauma dan kehidupan masa kecil yang kurang menyenangkan.
  3. Tidak memiliki support system.
  4. Perubahan fisik.
  5. Adanya masalah fisik yang serius.
  6. Gaya hidup yang tidak sehat.
  7. Memiliki keluarga yang mengalami masalah kesehatan mental.

Peneliti kesehatan mental dan pendiri Emotional Health for All, Dr Sandersan Onie menegaskan, setiap orang memiliki potensi atau peluang mengalami gangguan kesehatan mental.

Gangguan kesehatan mental itu tidak selalu disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Serta, ODGJ sekalipun bukan berarti mereka adalah orang gila seperti yang diasumsikan masyarakat pada umumnya.

Peneliti kesehatan mental yang juga akrab disapa Sandy juga menambahkan, sebagai individu juga kita harus memulai untuk sadar jika memiliki tanda-tanda adanya gangguan kesehatan mental atau jiwa kita.

Ia mengibaratkan gangguan kesehatan mental adalah sama halnya dengan kendaraan seperti motor atau mobil, di mana kita harus tetap merawat dan menjaganya jangan sampai rusak dan menjadi susah digunakan lagi.

"Kesehatan mental itu, ibaratnya jangan tunggu kelamaan baru diservis, kalau kita punya motor atau mobil yang rusak dan mogok, jangan tunggu keluar asap baru dibawa ke bengkel," kata Sandy dalam pemberitaan Kompas.com edisi 18 November 2021.

Maksudnya, jika Anda sudah merasa memiliki beberapa gejala yang mengindikasikan adanya gangguan kesehatan mental pada diri Anda, maka segeralah mencari bantuan dan berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Perlu diingat, berkonsultasi dan mencari bantuan tenaga profesional terhadap gejala yang Anda miliki itu bukanlah artinya Anda adalah orang gila.

Akan tetapi, berkonsultasi dan mencari bantuan profesional seperti psikolog klinis atau psikiater dapat membantu Anda menyelaraskan lagi kesehatan mental yang sedikit terganggu.

Gejala gangguan kesehatan mental

Anda harus waspada dan segera bercerita kepada teman yang Anda percayai, atau berkonsultasi dan meminta bantuan tenaga profesional jika mengalami beberapa gejala gangguan kesehatan mental sebagai berikut.

1. Pola tidur terganggu

Waspada gejala gangguan kesehatan mental pertama, yakni yang sering dialami adalah terganggunya pola tidur Anda.

Misalnya, yang biasanya bisa tidur di bawah jam 10.00 waktu setempat saat malam hari dan bangun lebih cepat saat pagi. Tiba-tiba susah tidur pada jam-jam tersebut.

Lainnya adalah ketika Anda susah tidur karena gelisah baik sebelum memulai tidur atau bahkan saat Anda sedang tidur dan terjaga karena cemas, gelisah atau cemas terhadap sesuatu.

"Kalau tidur udah nggak benar, sudah nggak seperti biasanya ya kita sudah harus aware," ujarnya.

2. Overthingking

Overthingking adalah pikiran yang berlebihan terhadap sesuatu. Jika Anda mengalami overthingking setiap hari bahkan menganggu aktivitas Anda yang lain, maka Anda harus mulai mencari bantuan profesional.

Sebab, overthingking berlebihan biasanya juga akan menganggu pola makan, pola tidur, aktivitas fisik Anda yang lain, bahkan bisa membuat Anda terlampau stres karena memikirkan hal-hal yang kadang kala tidak harus dipikirkan berlebihan.

3. Tidak mau bertemu siapa-siapa

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, salah satu yang banyak dialami sebagian besar orang adalah ketakutan bertemu dengan orang lain.

Sandy mengatakan, ketakutan memang merupakan bagian dari adanya pertanda gangguan mental health.

"Kita juga harus mulai waspada, kalau kita sudah mulai malas dan tidak mau bertemu siapa-siapa," ujarnya.

4. Mudah marah

Gejala lain gangguan kesehatan mental adalah mudahnya amarah terluapkan kepada siapa saja dan kapan saja tanpa disadari.

"Juga ini yang banyak dialami ya, dan kita harus waspada kalau sudah mulai sering atau gampang sekali marah-marah bahkan tidak pada tempat dan orangnya," jelasnya.

Terlebih lagi, jika Anda sudah mulai sering marah terhadap hal-hal yang dahulunya Anda anggap normal atau biasa saja.

"Sebenarnya ada banyak sekali (gejala atau tanda gangguan kesehatan mental), bahkan salah satunya kalau kita misal pola makannya udah nggak benar, ini nggak ada salahnya kita sharing dengan teman yang baik," tambahnya.

(Tribunmanado.co.id/Sri/apin/Gry)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved