Gempa Afghanistan

Gempa Magnitudo 6,1 di Afghanistan: Korban Tewas Bertambah 920 Orang, Sebanyak 600 Lainnya Terluka

Lebih dari 900 orang tewas dan ratusan lainnya cedera setelah gempa magnitudo 6,1 di Afghanistan tenggara, kata para pejabat.

Dok. Hindsustan News Hub
Gempa Magnitudo 6,1 di Afghanistan: Korban Tewas Bertambah 920 Orang, Sebanyak 600 Lainnya Terluka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini update terkini Gempa Afghanistan.

Korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Afghanistan bertambah menjadi sedikitnya 950 orang.

Lebih dari 600 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Ratusan Orang Meninggal Usai Gempa Kuat Magnitudo 6.1 Guncang Afghanistan, Berikut Datanya

Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/6/2022), para pejabat penanggulangan bencana Afghanistan menyatakan jumlah korban jiwa masih mungkin bertambah karena informasi mengalir dengan lambat dari desa-desa terpencil di pegunungan setempat.

Lebih dari 900 orang tewas dan ratusan lainnya cedera setelah gempa magnitudo 6,1 di Afghanistan tenggara, kata para pejabat.

Gempa itu terjadi sekitar 27 mil (44km) dari kota Khost, dekat perbatasan negara itu dengan Pakistan, dan berada pada kedalaman 31,6 mil (51km), menurut Survei Geologi AS.

Dilansir Sky News, sedikitnya 920 orang tewas dan 600 terluka, kata seorang pejabat darurat Afghanistan.

"Jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat karena beberapa desa berada di daerah terpencil di pegunungan dan akan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan rinciannya," kata pejabat kementerian dalam negeri Salahuddin Ayubi.

Sebagian besar korban tewas berada di Provinsi Paktika. Rekaman dari daerah itu, dekat perbatasan Pakistan, menunjukkan para korban dibawa ke helikopter untuk diterbangkan dari daerah itu.

Kantor berita Bakhtar memposting gambar rumah batu yang hancur dan yang terluka dirawat di rumah sakit.

Direktur jenderalnya, Abdul Wahid Rayan, menulis di Twitter bahwa 90 rumah hancur di provinsi Paktika dan puluhan orang diyakini terperangkap di bawah reruntuhan.

"Gempa bumi dahsyat mengguncang empat distrik di provinsi Paktika, menewaskan dan melukai ratusan warga negara kami dan menghancurkan puluhan rumah," cuit Bilal Karimi, wakil juru bicara pemerintah Taliban.

"Kami mendesak semua lembaga bantuan untuk mengirim tim ke daerah itu segera untuk mencegah bencana lebih lanjut."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved