Berita Sitaro

Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Sitaro Meningkat Tajam

Cynthia menjelaskan metode penanganan yang dilakukan oleh Dinas P3PAKB Sitaro guna menekan angka kekerasan perempuan dan anak.

(Vian Hermanses/tribunmanado.co.id)
Cynthia Ampouw. Kabid Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Sitaro. Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Sitaro Meningkat Tajam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado- Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus terjadi di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Data yang diperoleh tribunmanado.co.id mencatat, selang tahun 2020 hingga 2021 lalu, jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.

Dimana pada tahun 2020 lalu, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 23 kasus dengan kasus terbanyak terjadi di wilayah Tagulandang.

Angka tersebut kemudian meningkat tajam di tahun 2021 dengan jumlah mencapai 36 kasus.

Kondisi ini turut dibenarkan Kepala Bidang Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluraga Berencana (P3AP2KB) Sitaro, Cynthia Ampouw.

"Memang terjadi peningkatan (kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak) selang tahun 2020 sampai 2021," kata Cynthia.

Meski hal itu menunjukan pertanda buruk bagi keberadaan perempuan dan anak di Kabupaten Sitaro, namun Cynthia menyebut ada sisi positif dibalik terungkapnya kasus-kasus terhadap perempuan dan anak.

"Meningkatnya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini pertanda adanya keberanian dari pada korban untuk melapor. Biasanya kan mereka takut untuk melaporkan apa yang dialami," ujarnya.

Sebagai bentuk upaya pencegahan, Cyinthia bilang pihaknya kini menggencarkan sosialisasi ke masyarakat dengan didahului proses pemetaan per wilayah di Kabupaten Sitaro.

"Kalau kemarin-kemarin kan dilakukan (sosialisasi) secara menyeluruh, dan ini tidak efektif. Jadi sekarang kami melakukan pemetaan untuk wilayah Siau, Tagulandang dan Biaro. Apalagi untuk penanganan kasus (kekerasan perempuan dan anak) kini sudah terfokus di tingkat Polres," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved