Informasi Kesehatan

Apakah Penderita Epilepsi Bisa Sembuh? Ini Fakta Penyakit yang Menyerang Neurologis Itu

Seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika pernah mengalami kejang lebih dari satu kali tanpa penyebab yang jelas.

net/halodoc.com
ilustrasi, Apakah Penderita Epilepsi Bisa Sembuh? Ini Fakta Penyakit yang Menyerang Neurologis Itu 

Penderita epilepsi yang menderita kejang ini masih dapat mengubah emosi atau mengubah cara hal-hal terlihat, bau, rasa, rasa atau suara.

Jenis kejang ini juga dapat mengakibatkan sentakan tak disengaja pada satu bagian tubuh, seperti lengan atau kaki, dan gejala sensorik spontan seperti kesemutan, pusing, dan lampu berkedip.

- Kejang fokal dengan gangguan kesadaran

Kejang jenis ini mungkin tampak seperti berada dalam mimpi.

Selama kejang fokal dengan gangguan kesadaran, penderita mungkin tidak merespons lingkungan di sekitarnya.

Mereka biasanya melakukan gerakan berulang, seperti menggosok tangan, mengunyah, menelan, atau berjalan berputar-putar.

Kejang umum

Kejang yang tampaknya melibatkan semua area otak disebut kejang umum.

- Kejang Absen

Kejang absen dicirikan dengan menatap kosong dengan atau tanpa gerakan tubuh yang halus seperti mengedipkan mata dan menyebabkan hilangnya kesadaran singkat.

- Kejang tonik

Kejang tonik menyebabkan otot kaku dan dapat mempengaruhi kesadaran.

Biasanya, mempengaruhi otot-otot di punggung, lengan dan kaki dan dapat menyebabkan penderita jatuh ke tanah.

- Kejang atonik

Kejang atonik (kejang drop) menyebabkan hilangnya kontrol otot.

Karena ini paling sering mempengaruhi kaki, sering menyebabkan penderita tiba-tiba pingsan atau jatuh.

- Kejang klonik

Kejang klonik berhubungan dengan gerakan otot yang menyentak berulang atau berirama. Kejang ini biasanya mempengaruhi leher, wajah dan lengan.

- Kejang mioklonik

Kejang mioklonik biasanya muncul sebagai sentakan atau kedutan singkat yang tiba-tiba dan biasanya mengenai tubuh bagian atas, lengan dan kaki.

- Kejang tonik-klonik

Kejang tonik-klonik adalah jenis kejang epilepsi yang paling dramatis.

Mereka dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan tubuh menjadi kaku, berkedut dan gemetar.

Kejang tonik-klonik terkadang menyebabkan hilangnya kontrol kandung kemih atau menggigit lidah.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved