Pembunuhan di Subang
Update Terbaru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Sosok Mr X Kini Beri Pengakuan Mengejutkan
Melansir dari channel youtube Koin Seribu 77, beredar video berisi pengakuan pria yang menyebut dirinya Mr X.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan di Subang sampai hari ini masih abu-abu.
Pasalanya sampai sekarang belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Meski sudah banyak saksi yang diperiksa.
Namun tak kunjung mengungkap siapa dibalik pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Berikut rangkuman fakta tentang pengakuan Mr X terkait Yayasan Bina Prestasi Nasional, ungkap perlakuan Yoris yang bikin sakit hati.
Diketahui, kasus pembunuhan Ibu dan anak di Subang yang menimpa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu masih belum menemukan titik terang.
Karena saking lamanya kasus Subang ini belum terungkap, masyarakat sampai ikut menyoroti sisi-sisi lain kasus ini.
Salah satunya adalah konflik di Yayasan Bina Prestasi Nasional, yang sebelumnya sempat dikelola korban.
Meski belum diketahui secara pasti, tapi ada spekulasi yang menyebut kasus pembunuhan ini ada kaitannya dengan yayasan tersebut.
Melansir dari channel youtube Koin Seribu 77, beredar video berisi pengakuan pria yang menyebut dirinya Mr X.
Ia mengaku sebagai mantan bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional.
Di salah satu pengakuannya, Mr X mengungkit-ungkit perlakuan Yoris yang membuatnya sakit hati.

Berikut rangkuman faktanya.
1. Diduga ada kaitannya
Dugaan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat ada sangkut pautnya dengan yayasan Bina Prestasi Nasional, semakin menguat.
Dugaan ini awalnya muncul setelah penyidik memeriksa secara intensif sejumlah pengurus di yayasan dan sekolah Bina Prestasi Nasional.
Dan belakangan, mantan bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional mengungkapkan kecurigaan serupa.
Pria yang menyebut dirinya Mr X ini mengaku hanya curiga namun tidak mau menuduh.
"Curiga buk. Saya cuman curiga doang," katanya dikutip dari channel youtube Koin Seribu 77,.
Kecurigaan Mr X mengerucut karena ada uang di yayasan yang selama ini menjadi masalah.
"Iya kan ada uang yayasan, uang BOS," sebutnya.
Dana BOS ini lah yang membuatnya dipecat sebagai bendahara SMP dan SMK Bina Prestasi Nasional.

2. Beber soal misteri Dana BOS
Dijelaskan, Mr X mulai masuk Yayasan Bina Prestasi Nasional tahun 2018 dan menjadi bendahara SMK dan SMP pada Septembet 2021, atau sebulan setelah pembunuhan Tuti dan Amel.
Dalam SK pengangkatan yang keluar pada Oktober 2021, Mr X menggantikan jabatan yang ditinggalkan Amel setelah dibunuh.
Setelah menjabat bendahara, Mr X langsung mengecek data siswa yang ada di laptop sekolah, kaitannya dengan pencairan BOS.
Ternyata saat itu ada pengurangan jumlah siswa sekitar 150 siswa dari sebelumnya 400 an siswa.
Jumlah siswa yang ada saat itu, sebanyak 146 siswa SMP dan 153 siswa SMK.
Selain mengungkap adanya pengurangan siswa, Mr X juga membeber penerimaan bantuan operasional sekolah (BOS).
Disebutkan, selama tahun 2021, pencairan BOS tahap 1 dan 2 dilakukan kepala sekolah Wahyu dan bendahara Amel.
Sementara pencairan BOS tahap 3 oleh kasek Wahyu dan dia.
Sementara untuk pencairan tahap 1 tahun 2022 dilakukan dia dengan Iwan, kepala sekolah baru yang menggantikan Wahyu.
Hal itu terjadi karena Wahyu keluar setelah pencairan 2021 tahap 3.
3. Sakit hati dengan perlakuan Yoris
Pencairan itu diketahui Yoris yang kembali menjadi ketua yayasan.
Namun, setelah pencairan itu dia justru diberhentikan dengan tidak hormat dari bendahara sekolah oleh Yoris.
Ironisnya, surat pemberhentian tertanggal 27 April 2022 yang ditandatangani Yoris itu diketahui dari WA grup.
"Saya merasa tidak dihargai karena tidak ada panggilan pertama, kedua," akunya.

4. Yoris yang memegang kendali
Lalu, siapa pengganti dia sebagai bendahara sekolah?
Mr X mengaku tidak mengetahui pasti, namun setelah didesak dia pun akhirnya mengakui jika bendahara sekolah kini juga dipegang oleh Yoris.
Sementara bendahara yayasan diduga dipegang istri Yoris, Yanti Jubaedah.
Kenapa Yoris bisa merangkap ketua yayasan dan bendahara sekolah, Mr X mengaku tidak mengetahui pasti.
Hanya saja diakuinya, Yoris memang sempat keluar dari yayasan setelah kasus pembunuhan itu.
Bahkan, SK dia sebagai bendahara masih ditandatangani Yosef karena saat itu Yoris belum aktif kembali.
Kalau sekarang Yoris menguasai yayasan kembali, Mr X tidak tahu.
5. Yoris Merasa Dikriminalisasi
Di bagian lain, Yoris Raja Amanullah, ketua yayasan Bina Prestasi Nasional justru merasa dikriminalisasi.
Hal ini diungkapkan dalam status di WhatsApp miliknya beberapa waktu lalu.
Yoris meluapkan kekesalannya kepada pihak yang ingin menjatuhkannya di yayasan.
Hanya saja, dia tidak gamblang menyebut siapa pihak-pihak yang dimaksud.
Dia hanya berkoar bahwa penyidik kepolisian tidak bodoh dan tidak bisa dikibuli.
Berikut status-status WA Yoris yang membuat ramai jagad maya:
"Dari awal Aa udah curiga (*****) ini ingin menjatuhkan aa di yayasan... Hahaha Allah Maha Tahu mana yang Salah dan Benar.. Sekarang mending netral lagi"
"Mereka yang minta aa yang beresin sekolah tapi mereka yang bikin ulah memojokkan aa hahahaha asuuu (imoji tertawa)"
"Mereka mau mengkriminalisasi saya soal yayasan..
Penyidik tidak bodoh boss... Mereka orang2 sudah terlatih.. nggak bisa dikibuli hehe"
Di status lain, Yoris menyebut pihak yang ingin mengkriminalisasi itu di awal memintanya untuk membenahi yayasan, tapi terakhirnya justru menyudutkan dia.
Dia pun menduga hal itu karena dia sudah tahu dalangnya.
"Lucu lucu... mereka yang minta buat benahi yayasan sama sekolah... Eh malah saya yang disudutkan.. hayo kenapa? Karena saya sudah tahu dalang (pengen yayasan) hehe (diluar kasus)".
Status Yoris ini pun viral dan menjadi sorotan luas.
Apalagi tak lama setelah itu, Yoris memutuskan ke luar dari kuasa hukum Rohman Hidayat, sejak 26 Mei 2022.
Itu artinya, Yoris tak lagi berkongsi dengan sang ayah, Yosef Hidayah.
Dia beralasan ingin mengawal kasus pembunuhan ibu dan amel tanpa pendampingan.
"Mungkin kang heri dari awal sudah tahu. Saya ingin mengawal kasus mama sama amel tanpa pendampingan," alasannya.
Yoris juga memastikan pencabutan kuasa juga dilakukan sang istri, Yanti Jubaedah.
Saat ditanya alasannya, Yoris enggan mengungkapkan karena alasan pribadi.
"Mungkin itu lah nanti lah. Berproses aja Dari awal juga kang yoris pengen sendiri, tanpa ada PH," katanya.
Yoris pun meminta agar masyarakat tetap mengawal kasus pembunuhan yang telah menewaskan ibu dan adiknya.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id