Ekonomi
Mana Lebih Tinggi, Bunga Paylater Bank atau Fintech? Ini Penjelasannya
Tak ingin kalah dari fintech, perbankan kini juga mengeluarkan produk paylater. Mana yang lebih besar bunganya?
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beberapa tahun terakhir pengguna paylater di Indonesia meningkat.
Bukan tanpa alasan, metode paylater dirasa memudahkan hidup masyarakat.
Metode ini membuat masyarakat yang ingin membeli barang dan jasa tak harus langsung mengeluarkan uang.
Masyarakat bisa membeli barang dan jasa sekarang.
Pembayaran dilakukan di kemudian hari.
Bisa dalam 30 hari, tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, sampai 12 bulan.
Ditambah bunga tentu saja.
Berdasarkan kajian Research and Market, minimnya penetrasi kredit perbankan di Indonesia mendorong pertumbuhan BNPL.
Di sisi lain, penetrasi ponsel pintar begitu kuat.
Kemudahan akses BNPL melalui ponsel pintar membuat bisnis ini memiliki masa depan cerah.
"Sekitar 40 persen pengguna di dunia memilih BNPL karena tidak memiliki kartu kredit. Indonesia memiliki masalah yang sama, karena lebih dari separuh populasi belum tersentuh layanan perbankan," tulis riset tersebut, seperti dikutip kontan.co.id.
Kendati menawarkan kemudahan bertransaksi, namun bunganya yang tinggi sejatinya masih menjadi momok bagi penggunanya.
Di sisi lain, data inflasi terbaru membuat pasar makin yakin bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga secara agresif.
Ketika suku bunga tinggi, maka biaya yang harus ditanggung konsumen BNPL tentu akan ikut naik.
Baca juga: Sosok Nguyen Thi Tham, ART yang Beruntung Dinikahi Bule Australia, Padahal Sudah Janda Anak Satu
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Tiara - Kris, Jika Kau Bertemu Aku Jegini
Perencana Keuangan Risza Bambang menuturkan, perubahan kondisi ekonomi akan berdampak pada sistim keuangan, tidak terkecuali dengan utang yang dipasarkan atau dipergunakan memakai alat pembayaran seperti kartu kredit atau paylater.
"Sehingga kenaikan suku bunga pasti berpengaruh langsung dengan bunga utang yang dibebankan pada kartu kredit atau paylater mengingat konsep bisnis perbankan adalah jualan kredit sebagai aset untuk bayar liabilitas produk tabungan/deposito/giro," ujar Risza kepada kontan.co.id, Minggu (12/6).
Risza menerangkan, bahwa setiap produk baik kartu kredit maupun paylater memiliki kelebihan/keunggulan dan beban yang harus ditanggung sebagai kompensasi atas fleksibilitas dan kemudahan nya.
Untuk kartu kredit kelebihan dan kekurangannya ada pada beban biaya tapi menurut Risza, bisa dibayar sebagian dengan kontraprestasi berupa beban bunga, selain itu didukung oleh jaringan internasional yang berintegrasi antar bank sehingga bisa dipakai seluruh dunia tanpa adanya kesulitan teknologi maupun administrasi.
"Selain itu juga memberikan peluang mendapatkan limit kredit yang tinggi, bahkan bisa memberikan approval early untuk pembelian aset seperti kendaraan bahkan rumah dengan nilai tertentu," katanya.
Sementara untuk fitur paylater, tagihan harus dibayar lunas dalam jangka waktu tertentu, di sisi lain, kena beban bunga dan kredit suspend sampai dengan lunas.
Selain itu nilai limit terbatas, tidak sebesar kartu kredit jenis Platinum atau Gold.
"Namun paylater mempunyai target market yang lebih luas dan besar, bisa menjangkau sampai dengan masyarakat level bawah. Menggunakan teknologi digital dari mobile phone untuk penggunaannya sehingga tidak perlu lagi harus bawa kartu di dompet," tambah Risza.
Pemain paylater Akulaku juga mengaku belum menyesuaikan tingkat suku bunga.
"Kedepannya masih sangat tergantung dari perkembangan Cost of Fund dari Bank Kreditur kami," kata Presiden Direktur Akulaku Efrinal Sinaga.
Efrinal menyebut, bunga yang dikenakan kepada nasabah mulai dari 0-3 persen, tergantung program cicilan yang diambil.
Kendati bunganya cukup tinggi, Efrinal menilai, hal tersbut tidak mempengaruhi minat pengguna.
Baca juga: Kecelaaan Maut Tadi, 2 Orang Tewas, Motor Yamaha Vixion yang Lawan Arah Tabrakan dengan Honda Sonic
Baca juga: Intip Bocoran Spesifikasi iPhone 14, Bakal Muncul di Pasaran dengan 4 Tipe Sekaligus
Menurutnya, selama angsuran per bulan dapat terpenuhi, nasabah tetap akan menggunakan paylater.
Hal tersebut pun terbukti dengan pembiayaan bulanan yang rata-rata per bulannya naik sekitar 25 % dari tahun lalu.
Saat ini, rata-rata pembiayaan di Akulaku per bulannya bisa menyentuh Rp 1 triliun. Pengguna pun sudah mencapai lebih dari 7 juta, meningkat lebih 20 % .
"Bunganya sedikit lebih besar dari Kartu Kredit. Namun konsumen kami sebagian besar unbankable yang tidak mungkin mendapatkan fasilitas (Credit Card) dari Bank," tegas Efrinal.
Efrinal menerangkan, kelebihan dari Paylater yaitu, membantu keleluasaan cash management, selain itu bagi yang shortage cash nya bisa mendapatkan barang diawal, namun bayarnya bisa belakangan, punya fasilitas plafon kredit tanpa menyerahkan agunan.
Sementara ia mengakui, kelemahannya memang terkait suku bunga sedikit di atas kartu kredit, karena pinjaman ini termasuk yang unsecured loan (tanpa jaminan).
Berutang dengan bunga rendah memang bisa didapatkan jika menggunakan kartu kredit dengan rata-rata di bawah 2 % .
Kartu kredit BRI misalnya yang memiliki bunga 1,75 % .
Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto pun bilang bahwa segmentasi pasar dari kartu kredit BRI ini diarahkan bagi pengguna yang berbelanja di merchant offline.
Baca juga: 11 Orang Jadi Korban Serangan Virus Rabies di Talaud, Begini Kronologi, Masyarakat Diminta Waspada
Baca juga: Ternyata Begini Cara Menyimpan Beras Agar Bisa Tahan Lama, Cukup Pakai Bumbu Dapur Ini
Kendati di tengah meningkatnya transaksi paylater, volume transaksi kartu kredit BRI pun masih bisa meningkat 8 % secara yoy pada April 2022.
“Peningkatan volume transaksi tersebut berasal dari transaksi groceries, fashion, healthcare dan gadget & electronic,” ujar Aes.
Meskipun sudah ada kartu kredit, Aes pun menyebut ada transformasi digital yang tengah dilakukan oleh BRI dengan salah satu produknya yaitu pinjaman digital bernama Ceria dengan bunga yang ditawarkan sebesar 1,42 % .(*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Menimbang-nimbang Bunga dari Layanan Paylater Bank dan Fintech.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-fintech.jpg)