Breaking News
Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Hadapi Ancaman Nuklir dan Rudal Korea Utara, Korea Selatan Jalin Kerjasama dengan Negara Lain

Hingga kini, Korea Selatan masih terus menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara. Korsel mendesak Korut mengakhiri program senjata nuklirnya.

Editor: Isvara Savitri
Foto istimewa
Korea Selatan Siap Uji Coba Rudal Balistik dari Bawah Air 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Untuk melawan ancaman nuklir dan rudal dari Korea Utara, Korea Selatan kini menjalin kerjasama.

Kerjasama tersebut antara Korea Selatan dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Korea Selatan, Lee Jong-Sup pada Sabtu (11/6/2022).

Seorang warga Korea Selatan diyakini membelot ke Korea Utara melewat zona garis demiliterisasi, Sabtu (1/2/2022).
Seorang warga Korea Selatan diyakini membelot ke Korea Utara melewat zona garis demiliterisasi, Sabtu (1/2/2022). (Ahn Young-joon)

Kerjasama tersebut meliputi peningkatan pertahanan Korea Selatan.

Lee, berbicara pada pertemuan keamanan Asia di Singapura, mengatakan situasi di semenanjung Korea merupakan ancaman global dan dia mendesak Korea Utara untuk segera mengakhiri program senjata nuklir dan misilnya.

Amerika Serikat memperingatkan bulan ini bahwa Korea Utara sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh, dan mengatakan akan kembali mendorong sanksi PBB jika itu terjadi. 

Baca juga: CHORD Gitar dan Lirik Lagu Manusia Bodoh Milik Ada Band

Baca juga: Ukraina Dikabarkan Akan Menjadi Anggota UE, Ini Kata Presiden Komisi Eropa

“Pemerintah Korea Selatan akan memperkuat kemampuan untuk lebih menerapkan pencegahan yang diperluas Amerika Serikat, dan kami akan memperkuat kemampuan respons militer Korea Selatan untuk mencegah ancaman nuklir dan rudal Korea Utara,” kata Lee dalam pidatonya di Shangri-La. Dialog, pertemuan puncak keamanan regional.

"Selain itu, kami ingin memperkuat kerja sama keamanan antara Korea Selatan, AS, dan Jepang untuk menanggapi program nuklir dan rudal Korea Utara," tambahnya.

Korea Utara mempromosikan juru runding nuklir utamanya menjadi menteri luar negeri, media pemerintah mengatakan pada hari Sabtu, ketika pemimpin Kim Jong Un bersumpah kepada partai yang berkuasa bahwa ia akan menggunakan kekuatan untuk kekuasaan untuk melawan ancaman terhadap kedaulatan negara.

Kim Jong Un menghukum mati seorang perwira tinggi militer karena menentang perintah untuk mengirim bantuan kepada warga.
Kim Jong Un menghukum mati seorang perwira tinggi militer karena menentang perintah untuk mengirim bantuan kepada warga. (Daily UK/Screenshot)

Korea Utara telah melakukan setidaknya 18 putaran uji coba senjata tahun ini, menggarisbawahi perkembangan persenjataan nuklir dan misilnya.

Lee mengatakan Korea Selatan siap untuk memperluas dukungan ekonomi ke Korea Utara jika mengakhiri program nuklirnya.

Baca juga: Potret BCL Saat di Rumah Ariel NOAH Jadi Sorotan, sang Artis Pamer Senyum Kebahagiaan

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 12 Juni 2022, Gemini Merasa Sepi Meski Ada yang Perhatian

“Jika Korea Utara membuat kemajuan substansial dalam denuklirisasi, pemerintah kami akan mengejar rencana berani yang dapat menghasilkan pencapaian terobosan bagi ekonomi Korea Utara dan kualitas hidup warganya,” katanya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Hadapi Ancaman Korea Utara, Korea Selatan Akan Tingkatkan Kapasitas Pertahanan.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved