Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Alfamart

Kacang Goyang Cap Maleo, Sajian Raja untuk Pelanggan Alfamart

UD Totabuan yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) produksi kacang goyang cap Maleo

Editor: David_Kusuma
Dokumentasi Alfamart
UD Totabuan yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) produksi kacang goyang cap Maleo tersedia di Alfamart 

Kacang Goyang Cap Maleo, Sajian Raja untuk Pelanggan Alfamart

Membelit tangga di tanah merah
Dikenal gadis-gadis dari bukit
Nyanyikan kentang sudah digali
Kenakan kebaya merah ke pewayangan.

Jamrud di pucuk-pucuk
Jamrud dihati gadis menurun

ITULAH penggalan dari puisi Priangan Si Jelita satu di antara karya penyair asal Jawa Barat Ramadhan KH yang begitu berhasil menggambarkan bagaimana keindahan dari alam bumi Priangan.

Hal ini serupa dengan yang dilakukan UD Totabuan yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) produksi kacang goyang cap Maleo. Melalui makanan ringan tersebut pemilik usaha ingin menggambarkan bagaimana masyarakat tempo dulun membuat kudapan untuk raja dan bangsawan. Terlebih dengan tingkat kesulitan dan lama prosesnya sehingga, makanan tersebut menjadi istimewa, layak disajikan untuk para raja di tanah Totabuan.

Hawa hangat langsung terasa saat masuk ke ruangan dengan ukuran kira 6x15 meter. Udara dingin dari angin malam, menyerap melalui pori-pori, tembus ke kulit hingga berakhir di tulang, perlahan hilang tergantikan kehangatan yang begitu nyaman. Sumber dari rasa hangat tersebut berasal dari beberapa tungku api yang terus menyala, untuk memadukan antara kacang tanah dan gula, berjam-jam lamanya.

 Beberapa wanita paruh tampak terampil menggoyang tampah berdiameter sekitar 1 meter dengan tangannya yang gemulai, namun bertenaga. Hal ini dapat terlihat dari alur urat, menimbul di antara kulit kuning langsatnya. Tampah yang digoyangkan dengan irama tertentu terbuat dari bambu, di pinggirnya ada plat besi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, berfungsi untuk mencegah kacang tanah yang ada di tampah tidak tumpah jika goyang.

Benda yang oleh masyarakat setempat disebut sosiru dapat digoyangkan, karena tergantung oleh tali kawat yang dikaitkan pada langit-langit bangunan. Sedangkan api pada tungku yang terletak di bawahnya, terus menyala untuk menjaga agar proses pembuatan makanan khas Kotamobagu dapat berjalan dengan sempurna.

Sesekali disela menggoyangkan kacang tanah dan gula, kaum hawa tangguh tersebut meneguk minuman untuk melepas dahaga yang terasa di tenggorakan. Malam semakin larut, namun para perempuan perkasa semakin bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan mulia tersebut.

"Saat ini, saya dan istri yang menjalankan usaha ini," ujar pria bernama lengkap Drs.Hi.Zainul Armyn Lantong di dampingi istrinya Hj Treystien Hapulu SE dan Manajer UD Totabuan Harianto Simbala, S.Kom saat ditemui di rumahnya.

Dia menceritakan awal mula usaha kacang goyang dimulai sejak 1983 oleh mertuanya
seiring berjalannya waktu, usaha tersebut secara perlahan-lahan terus berkembang hingga saat ini. Pada saat itu mertuanya berfikir bagaimana cara melestarikan makanan khas para raja yang begitu istimewa kepada masyarakat.

“Dulunya makanan ringan tersebut hanya disajikan untuk para raja dan bangsawan saja maupun para tamu terhormat,” tutur pria murah senyum ini.

Namun setelah berjalannya waktu, warga Motoboi Kecil Kota Kotamobagu yang mengetahui pembuatan kacang goyang menyajikannya untuk momen spesial, seperti hari raya Idul Fitri, Natal maupun yang lainnya. “Kemudian mertua saya yang kebetulan keturunan bangsawan membuka usaha kacang goyang agar makanan tersebut dapat dinikmati masyarakat, bukan hanya pada saat momen tertentu saja, melainkan setiap saat. Sekaligus juga melestarikannya,” ungkapnya.

Usaha yang dilakukannya sejak puluhan tahun lalu tersebut, merupakan yang pertama di Kotamobagu, bahkan di Sulawesi Utara, baru kemudian tumbuh, usaha-usaha lainnya yang sejenis.

"Jadi, UD Totabuan yang pertama membuat usaha kacang goyang. Sedangkan saat ini, kami merupakan generasi kedua," katanya.
Suami dari Hj Treystien Hapulu SE menjelaskan untuk pembuatan kacang goyang cukup rumit, meskipun bahan dasarnya terdiri dari kacang tanah dan gula pasir, namun memerlukan waktu cukup lama. Sekitar 7-8 jam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved