Nasional Politik

Fahri Hamzah Kritik Menohok Koalisi Airlangga-Suharso-Zulhas: 'Persekongkolan Ketua Umum KIB'

Fahri Hamzah menyebut, koalisi PPP, Golkar dan PAN lebih tepat disebut persekongkolan politik.

Editor: Frandi Piring
Instagram Fahri Hamzah
Fahri Hamzah kritik Koalisi KIB, Golkar, PAN dan PPP. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah melontarkan kritik menohok terhadap Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu ( KIB ).

Eks Politikus Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) itu bahkan secara gamblang menyebut jika apa yang dilakukan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan merupakan tindakan keliru dan bersekongkol.

Ternyata mempunyai alasan sendiri menyebut tindakkan tiga petinggi partai itu keliru.

Fahri menyebut, di Indonesia dengan sistem presidensial tidak dikenal koalisi.

Koalisi, katanya, hanya dalam negara dengan sistem parlementer.

"Ini orang-orang bingung karena konsep koalisi tidak ada dalam presidensial. Coba panggil semua ketua umum KIB itu saya kasih tau nggak ada itu namanya koalisi itu, salah berpikirnya, ini keliru," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Fahri juga mengkritik elite-elite partai politik saat ini yang tidak memahami konsep koalisi.

"Sebenarnya tidak boleh berkoalisi di dalam sistem presidensial, sebab itu artinya persekongkolan," ucap Fahri.

Begitu pula, jika ada partai politik yang sudah menetapkan capresnya.

"Jadi misalnya KIB itu, yang satu ngumpul enggak boleh ngomong dulu soal orang, dia bilang oh kita enggak bicara soal orang-orang, sebaiknya kita bicara platform tapi ada partai yang sudah menetapkan calon, oh menurut kongres kami ketua umum kami harus jadi presiden, lah kacau," ujarnya.

"Kenapa kacau? karena memang enggak ada sistemnya, itu yang saya bilang kadang elite itu ngumpul-ngumpul enggak pake akal, enggak pake konsep, cuma kaya orang ngumpul-ngumpul di pos ronda, kan enggak boleh begitu," tandasnya.

Plus Minus KIB

Kemunculan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) secara tiba-tiba yang diiringi dengan pergerakan cepat ala Tim Panzer Jerman, merupakan strategi "Blitzkrieg"-nya Airlangga Hartarto yang memiliki plus-minus.

Demikian hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Nasional, Robi Nurhadi di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved