Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral Medsos

Viral Pernikahan Seorang Pria dengan Domba di Gresik, Si Pengunggah Minta Maaf, Begini Faktanya

Pernikahan seorang pria bernama Saiful Arif (44) yang disebut Satrio Paningit dengan seekor domba betina yang diberi nama Sri Rahayu binti Bejo.

Tayang:
Istimewa/Surya Malang
Permohonan maaf dan klarifikasi pemilik konten, Arif (tiga dari kanan) di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Senin (6/6/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru-baru ini viral di media sosial, video pernikahan seorang pria bernama Saiful Arif (44) yang disebut Satrio Paningit dengan seekor domba betina yang diberi nama Sri Rahayu binti Bejo.

Kini pembuat video tersebut melakukan klarifikasi setelah kontennya bikin heboh.

Ia mengaku jika video itu adalah konten semata.

Baca juga: Penampilan Ridwan Kamil Saat Mulai Kerja Lagi, Tak Bisa Sembunyikan Kesedihan, Dapat Banyak Dukungan

Baca juga: Ujian Kenaikan Kelas SMP Negri 1 Bolangitang Timur Bolmut Berjalan Lancar

Baca juga: UPDATE Kasus Private Party di Depok, Polisi Temukan Alat Kontrasepsi hingga Pengelola Ngaku Ditipu

Klarifikasi dan permohonan maaf disampaikan pemilik konten dan pemilik pesanggrahan yang menjadi lokasi dibuatnya konten nyeleneh itu.

Diketahui, pernikahan itu digelar di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, Minggu (5/6/2022) sore. 

Arif juga menagaskan jika kontennya tidak bermaksud sedikitpun untuk membawa agama.

Dia tak bermaksud menyinggung sisi agama manapun dan konten tersebut bermaksud menghibur. 

"Kami mengklarifikasi bahwa itu hanya konten, tidak membawa agama atau menyinggung sisi agama manapun," ujarnya kepada awak media, Senin (6/6/2022). 

Sementara itu, pemilik pesanggrahan, Nur Hudi Didin Arianto mengatakan, bahwa Arif adalah seorang konten kreator, yakni youtube dan tiktok.

Tujuan awal konten pria menikah dengan domba untuk mengangkat engagment atau kunjungan dan demi mendapatkan like yang banyak. 

"Di awal sudah saya sampaikan ke teman-teman, kepada kyai, ini hanya konten supaya mendapat like yang banyak. Proses di situ sudah saya pesan jangan sampai ada menggunakan bahasa keagamaan apapun. Dalam prosesi keceplosan dan berhubung tersebar terlebih dahulu. Kesalahan di situ menimbulkan Ketidaknyamanan di publik. Saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya saya tidak bermaksud untuk melecehkan agama dan melecehkan budaya," kata Nur Hudi. 

Dalam proses klarifikasi dihadiri langsung Plt Camat Benjeng Sulikhah, kepala Desa Jogodalu hingga MUI Kecamatan Benjeng.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved