Berita Sulut
Provinsi Sulut Siaga I Penyakit Mulut dan Kaki, 45 Sapi Masuk Langsung Karantina
Donni Muksydayan Saragih, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado menyampaikan, rilis terbaru Kementerian Pertanian RI.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi mewabah di Indonesia.
Lalu seperti apa kondisi di Provinsi Sulut?
Donni Muksydayan Saragih, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado menyampaikan, rilis terbaru Kementerian Pertanian RI, PMK sudah ditemukan di 17 Provinsi di Indonesia.
Kondisi ini membuat Indonesia termasuk Provinsi Sulut Siaga 1 dari wabah PMK.
"Rilis terbaru PMK ini sudah menyebar sampai 17 Provinsi, masuk kategori zona merah. Ada temuan kasus yang sudah terkonfirmasi," ungkap Donni.
Selain Zona Merah, ada juga Zona Kuning. Kata dia, Zona Kuning berarti ada provinsi dalam satu pulau ditemukan kasus PMK.
"Misalnya di satu pulau, Provinsi A sudah ada kasus, tapi di Provinsi B belum ditemukan kasus, maka masuk zona kuning," ungkapnya.
Lalu bagaimana kondisi di Provinsi Sulawesi Utara?
Donni menerangkan, Sulut masih zona hijau, termasuk semua Provinsi di Pulau Sulawesi belum terkonfirmasi kasus PMK.
"Sulut masih zona hijau, Pulau Sulawesi masih bebas PMK,'' kata dia.
Maka itu, Balai Karantina ditugaskan Kementerian Pertanian RI untuk fokus pada mitigasi atau pencegahan jangan sampai PMK masuk di Sulut
"Balai Karantina ditugaskan penguatan mitigasi, mencegah perluasan penyebaran penyakit," ungkap dia.
Salah satu upaya pencegahan dengan mengawasi Lalu lintas ternak sapi,.apalagi belakangan ini sedang tinggi-tingginya lalu lintas ternak sapi jelang Hari Raya Kurban
Daerah sumber penghasil ternak pun diawasi semisal Bali dan NTT, kata Donni saat ini lalu lintas ternak sapi menggunakan jalur laut
Maka diwasi di daerah penghasil, kita cegah jangan hewan sehat terkena, apalagi penyebaran penyakitnya bisa melalui udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sapi-di-pasar-blante-tompaso-minahasa-sebagai-daerah-penghasil-sapi-di-sulut.jpg)