Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Mei 2022, Nilai Tukar Petani Sulut Turun Tipis 0,04 Persen

Kepala Badan Pusat Status Statistik (BPS) Sulut, Asim Saputra mengarakan, menurunnya NTP karena Indeks Harga yang di terima Petani (It).

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Petani menanam sayuran di perkebunan holtikultura Kakaskasen, Kota Tomohon belum lama ini. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara pada bulan Mei 2022 turun 0,04 persen dan menjadi 110,73 dibandingkan dengan bulan April dengan nilai 110,77.

Kepala Badan Pusat Status Statistik (BPS) Sulut, Asim Saputra mengarakan, menurunnya NTP karena Indeks Harga yang di terima Petani (It) menurun lebih cepat dibandingkan dengan Indeks Harga yang di bayar Petani (Ib).

"It turun hingga mencapai 0,57 persen, sementara Ib hanya turun 0,53 persen," jelas Asim kepada Tribunmanado.co.id, Senin (06/06/2022).

Secara tahun kalender 2022, NTP naik sebesar 0,20 persen, sedangkan menurut YoY (tahun ke tahun) naik menjadi 4,92 persen.

Sementara, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sejalan dengan NTP yang menunjukkan penurunan.

NTUP turun sebesar 0,79 persen, dari nilai 111,84 di bulan April menjadi 110,96 di bulan Mei.

NTP  merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.

NTUP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Dimana, komponen Ib hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Dengan dikeluarkannya konsumsi rumah tangga dari komponen indeks harga yang dibayar  petani (Ib), NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani.

Karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya. (ndo)

Kecelakaan Maut Tadi, Pasangan Suami Istri Tewas, Korban Jatuh Lalu Tertabrak Mobil

Heboh, Pria Menikah dengan Domba, Bupati Gus Yani Akui Rusak Citra Daerahnya

Peringatan Dini Besok Selasa 7 Juni 2022, BMKG: Sejumlah Wilayah Waspada Alami Cuaca Ekstrem

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved