Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Super Pandit

Antonio Conte Sempurnakan Tottenham, Datangkan 3 Elite Liga Italia, Replika Inter Milan & Chelsea

Juru taktik andal bernama besar selalu memiliki kriteria sendiri dalam membentuk skuad terbaiknya.Tak terkecuali dengan Antonio Conte

Editor: Aswin_Lumintang
(Foto/Reuters)
Antonio Conte dalam laga Everton vs Tottenham Hotspur di Liga Inggris 2021-2022. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, INGGRIS - Juru taktik andal bernama besar selalu memiliki kriteria sendiri dalam membentuk skuad terbaiknya.

Tak terkecuali dengan Antonio Conte yang saat ini menukangi tim Liga Inggris, Tottenham Hotspur.

Ya, Conte memang dikenal sebagai pelatih hebat, dia memulai karier kepelatihannya di klub besar eropa sejak tahun 2011.

Total tujuh musim ia menukangi Juventus, Chelsea, dan Inter Milan. Dari tiga tim elit tersebut, Conte sukses meraih lima gelar liga, satu piala FA, dan satu kali lolos ke partai Liga Europa.

Antonio Conte dan Romelu Lukaku
Antonio Conte dan Romelu Lukaku (TWITTER.COM dan www.fcinter1908.it)

Catatan hebatnya, dilansir Squawka, selama karir kepelatihannya, Conte selalu berhasil mencatatkan persentase kemenangan di atas 60 % .

Catatan tersebut semakin membuktikan bahwa ia adalah pelatih yang memiliki mental pemenang.

Conte adalah pelatih yang sangat idealis terhadap sistem bermain yang ia usung. Ia selalu bermain menggunakan pakem tiga bek sejajar dengan sistem 3-4-3 atau 3-5-2.

Untuk itu, dalam memaksimalkan skema yang ia usung tersebut, Conte membutuhkan sederet nama yang bermain sesuai selera dan kriteria yang ia punya.

Kriteria itu dapat dilihat dari tiga kesebelasan yang ia tukangi sebelum mendarat ke White Hart Lane untuk menukangi The Lilywhites.

Baca juga: 1 Juni 2022, Masyarakat Manfaatkan Momen Jalan dengan Keluarga di Mega Mall

Baca juga: Semuel Raule Ditunjuk Jadi Plt Asisten I Sekda Sitaro, Augustin Kansil Jabat Plt Kadis P3P2KB

Gelandang bertahan pendistribusi bola

Conte selalu bermain dengan satu gelandang bertahan yang handal dalam mengatur tempo dan mendistribusikan bola.

Peran gelandang tak hanya menjadi seorang yang berdiri di depan tiga bek sejajar untuk menghalau serangan lawan, namun juga cerdas dalam memberi kenyamanan menjaga bola di tengah.

Ketika di Juventus Conte memiliki Pirlo, maka di Chelsea ia sangat memeprcayakan Matic untuk menjadi jendral di lini tengah.

Pirlo adalah maestro, kecerdasannya dalam mendistribusikan bola dari tengah berada di atas rata-rata gelandang bertahan lain.

Begitu juga Matic, meski tak sementereng Pirlo, pemain yang kini berseragam Manchester United tersebut adalah seorang gelandang bertahan yang moncer dalam urusan mengatur tempo.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved