Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Disiram Pakai Air Sumur yang Diduga Tercemar, Bunga Milik Panos Mangalo Warga Kota Bitung Layu

“Ada dua bunga hias yang layu dan kering, saat kami siram dengan air diduga bercampur minya beberapa hari yang lalu,” kata Panos Mangalo, Kamis.

Tayang:
tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Seorang warga memperlihatkan bunga peliharaannya yang layu dan menguning pasca disiram dengan air. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tanaman bunga milik Panos Mangalo, warga Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir, Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) layu ketika disiram air.

Menurut pengakuan Panos Mangalo, yang rumahnya di kompleks pemukiman belakang Gereja GMIM Tasik Wangurer, air yang dipakai untuk siram bunga diduga tercemar minyak.

“Ada dua bunga hias yang layu dan kering, saat kami siram dengan air diduga bercampur minya beberapa hari yang lalu,” kata Panos Mangalo, Kamis (18/5/2022).

Tidak seperti biasanya, bunga-bunga hias yang dia rawat dan pelihara layu, kering dan menguning daunnya.

Hingga Kamis hari ini, menurut kepala lingkungan I, Kelurahan Wangurer Barat Juliana Dalope air di sumur warga masih tercemar, diduga minyak.

“Kami masih menunggu hasil dari Dinas Lingkungan Hidup, dan untuk sementara waktu warga menggunakan air bersih yang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung,” kata Juliana Dalope.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianti Dumbela menerangkan, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung langsung lakukan pengecekan dugaan pencemaran air sumur.

Sekitar delapan rumah warga yang menggunakan air dari belasan sumur serta air bor diduga tercemar minyak beberapa pekan terakhir ini.

Puncaknya Sabtu pekan lalu, masyarakat melaporkan itu ke pemerintah setempat.

“Kami sudah ambil sempel, ada tiga sumur yang bau sekali minyak ketika kami turun. Kemudian ada lapisan tipis dipermukaan air dan kelihatan seperti minyak.

Dan hasil sementara dari labotatorium, memang benar  tercemar minyak.

Tapi belum bisa pastikan minyak apa karena harus diperiksa lagi ke laboratorium khusus,” kata Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Bitung, Jefry Kandowangko Kamis (19/5/2022).

Dia menjelaskan, meski tercemar minya, air sumur tersebut bisa dipakai untuk mandi dan cuci. Tapi tidak bisa dipakai untuk masak apalagi minum.

Jery Kandowangko terangkan, untuk memastikan kandungan zat atau minyak yang mencemari air sumur warga harus d cek ke laboratorium khusus.

Dan dari pengecekan di lapangan, pihaknya melihat harus ada pembenahan sanitasi lingkungan di kompleks pemukiman warga.(crz)

Sulut United Perpanjang Kontrak 3 Punggawa Lokal, Eksel Runtukahu dan 2 Kiper

Gempa Guncang Jawa Timur Jumat 20 Mei 2022, Baru Saja Guncangan di Laut, Ini Info BMKG Magnitudonya

Aktor Jeremy Thomas Diusir Dari Sebuah Cafe di Belanda, Nyaris Ribut Lantaran Pakai Benda Ini


 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved