DKI Jakarta

Ajang Formula E Semakin Dekat, PSI Soroti Soal Sponsor, Wagub DKI Jakarta Lepas Tangan

Kali ini Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyoroti sponsor ajang Formula E.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribunnews/Jeprima
Suasana proyek pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2022). Pembangunan saat ini berfokus pada pemasangan infrastruktur tambahan setelah konstruksi lintasan balap sirkuit sepanjang 2,4 kilometer dan lebar 14 meter telah rampung 100 persen. Sebagai informasi ajang balapan Formula E akan digelar di Jakarta E-Prix International Circuit (JIEC) Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ajang balap Formula E kembali jadi sorotan.

Kali ini Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyoroti sponsor ajang tersebut.

Diketahui ajang balap Formula E dijadwalkan digelar bulan depan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Jumat 20 Mei 2022, Aries Sibuk, Taurus Hati-hati

Baca juga: Prof Bambang Banyak Topang Kebutuhan Vanessa Angel, Doddy Sudrajat: Ada Buktinya

Meskipun pelaksanaannya tinggal 17 hari, sponsorhip ajang Formula E belum jua diumumkan.

"Sangat tidak logis jika sponsor sampai saat ini logonya belum dipampang.

Di mana-mana sponsor itu ditukar dengan eksposur dan promosi, logo pemberi sponsor dipasang di mana-mana," kata Anggara dalam keterangan tertulis yang dikutip TribunJakarta.com, Rabu (18/5/2022).

"Kalau tinggal kurang dari tiga minggu belum ada logo sponsor, sangat mungkin sponsornya gaib atau tidak nyata," sambungnya.

Lebih lanjut, Politisi PSI yang akrab disapa Ara ini memaklumi hal tersebut.

Ia menyebut panitia penyelenggara Formula E sulit mendapatkan sponsor lantaran ajang balap mobil listrik tersebut penuh dengan ketidakjelasan.

"Kami tidak terkejut jika sponsor sulit didapatkan karena sponsor biasanya akan menginvestasikan uangnya ke acara yang jelas seluk beluknya dan memberi keuntungan kembali," ujarnya.

"Sedangkan Formula E banyak ketidakjelasan, mulai dari revisi studi kelayakan, jumlah penonton berubah-ubah, sampai mundurnya jadwal penjualan tiket. Sponsor pasti berhitung, layak atau tidak investasi di sini," lanjutnya.

Lemahnya kontrol dan pengawasan Pemprov DKI Jakarta terkait persiapan Formula E pun kian memperkeruh keadaan.

Sebab, kata Ara, banyak hal yang tak dapat dijawab Pemprov DKI terkait Formula E.

"Pemprov tidak boleh kehilangan kontrol atas penyelenggaran Formula E dengan menyerahkan semuanya kepada panitia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved