Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Rusia Vs Ukraina

Swedia Pilih Gabung NATO, Turki Tolak dan Tuding Pelihara Teroris

Perubahan politik terjadi di Swedia dan Finlandia yang sebelumnya menyatakan non blok, namun kini memilih bergabung

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
JOHN THYS / AFP
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (tengah) melihat Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto (kiri) dan Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde (kanan) bertepuk tangan setelah mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka di markas NATO di Brussels pada 24 Januari 2022. 

Presiden Finlandia, Sauli Niinisto telah mengonfirmasi akan mengajukan permohonan dan menyebutnya sebagai "hari bersejarah".

Dia mengaku telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang keputusan itu, dengan mengatakan dia ingin "mengatakannya dengan jujur".

Presiden Rusia sebelumnya mengatakan kepada Finlandia bahwa akan menjadi "kesalahan" untuk bergabung dengan NATO, yang didirikan pada tahun 1949 untuk melawan ancaman dari Uni Soviet.

Diketahui Putin menggunakan niat Ukraina untuk bergabung dengan aliansi sebagai salah satu alasan invasi.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat (AFP)
Menteri luar negeri negara-negara NATO, yang bertemu di Berlin, telah berjanji untuk memberikan jaminan keamanan bagi Finlandia dan Swedia selama proses bergabung.

Adapun proses untuk bisa menjadi anggota resmi NATO diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun.

Swedia dan Finlandia sama-sama netral selama Perang Dingin, dan keputusan mereka untuk bergabung dengan NATO akan menjadi salah satu perubahan terbesar pada arsitektur keamanan Eropa selama beberapa dekade.

Ini mencerminkan pergeseran besar opini publik di kawasan Nordik sejak Rusia menginvasi tetangganya, Ukraina, pada Februari lalu.

Turki Menentang

Salah satu anggota NATO, Turki, menentang rencana Finlandia dan Swedia bergabung dalam aliansi.

Turki menuduh dua negara Nordik itu memberikan dukungan kepada Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Turki selama beberapa dekade.

Pada Minggu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Swedia dan Finlandia harus berhenti mendukung teroris di negara mereka, memberikan jaminan keamanan yang jelas, dan mencabut larangan ekspor ke Turki.

Namun, dia menambahkan bahwa Turki tidak mengancam siapa pun atau mencari pengaruh.

Menanggapi hal ini, NATO dan Amerika Serikat (AS) pada Minggu mengatakan mereka yakin Turki tidak akan menahan keanggotaan Finlandia dan Swedia.

"Saya yakin bahwa kami akan dapat mengatasi kekhawatiran yang telah diungkapkan Turki dengan cara yang tidak menunda keanggotaan," kata Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, lapor Reuters. 

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved