Berita Minut
Barongsai dan Kabasaran Bakal 'Kawin' di Likupang Minut
Para pemain barongsai menampilkan atraksi khas seperti berputar, mengangkat tubuh dan bergerak cepat mirip macan yang memburu mangsa.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagaimana jadinya jika Barongsai kobalorasi dengan Kabasaran, Kungfu bersinergi dengan seni bertarung malesung?
Hal langka itu terwujud saat pelantikan pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Minut, Provinsi Sulut, Kamis (12/5/2022) di taman samping Zero Point Minahasa Utara.
Mereka dilantik Bupati Minut Joune Ganda.
Para pemain barongsai menampilkan atraksi khas seperti berputar, mengangkat tubuh dan bergerak cepat mirip macan yang memburu mangsa.
Bersamaan dengan itu, Kabasaran menampilkan aksi bertarung diiringi atraksi kekebalan.
Penyatuan budaya ini membuat kagum Bupati Minut Joune Ganda.
Ke depan, bukan tak mungkin Kabasaran dan Barongsai "kawin" di Likupang, satu dari lima DPSP di Indonesia.
Ini tentu akan memberi efek kejut besar bagi pariwisata. Apalagi wisatawan di Likupang terbanyak adalah dari Cina.
Bupati Minut Joune Ganda melantik pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Minut, provinsi Sulut, Kamis (12/5/2022) di taman samping Zero Point Minahasa Utara.
Pada kesempatan itu, Joune Ganda menyempatkan diri mencoba memainkan kepala Barongsay yang diberikan pengurus.
Bagian kepala barongsai ia pegang dengan kedua tangan dan dinaik turunkan layaknya pemain Barongsai. Aplaus diberikan hadirin.
Joune Ganda terlihat sangat senang.
Dalam sambutannya, Joune Ganda mengatakan, hadirnya FOBI akan menggairahkan perkembangan barongsai di Minut. Dan itu kabar baik bagi Likupang.
"Akan lebih banyak lagi atraksi budaya yang akan ditampilkan untuk menarik turis," kata dia.
Dari segi prestasi, dirinya berharap hadirnya FOBI akan membina atlet barongsai di Minut yang akan mengharumkan nama Minut di tingkat nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penari-kabasaran-asal-sanggar-budaya-dan-seni-kecamatan-pinelenggjjh78h.jpg)