Berita Bolmut

Mangkrak Bertahun-tahun, Alin Pangalima Ancam Jual Ginjal Demi Bangun Jembatan di Desa Goyo Bolmut

Keinginan Alin untuk menjual ginjal di akun pribadinya itu sontak viral di media sosial jelang hari ulang tahun ke 15 Kabupaten Bolmut.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Gryfid Talumedun
Foto Istimewa/Facebook Alin Panglima.
Pemuda Bolmut yang ancam menjual ginja demi pembangunan jembatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alin Pangalima warga Desa Ollot Dua, Kecamatan Bolangitang Barat, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mendadak viral di media sosial.

Hal ini setelah Alim mengumumkan niatnya yang ingin menjual ginjal demi pembangunan jembatan yang mengubungkan desanya menuju lokasi tranmigrasi yang telah mangkrak sejak lama.

Keinginan Alin untuk menjual ginjal di akun pribadinya itu sontak viral di media sosial jelang hari ulang tahun ke 15 Kabupaten Bolmut.

“Soalnya dana daerah katanya tidak cukup untuk membiayai pembangunan jembatan yang sudah 16 tahun mangkrak. Mungkin “ginjal” saya bisa sedikit membantu,” tulis Alin diakun pribadi. 

Baca juga: Robert Winerungan: Selain Insentif ke Investor, KEK Bitung Perlu Perluasan Klaster Industri

Baca juga: Sampah Masih Terus Mengotori Pesisir Sindulang Manado

Baca juga: Pengunjung Pantai Lumintang Minahasa Tenggara Semakin Dimanja, Boleh Sewa Jetsky

Diketahui pembangunan jembatan menuju daerah transmigrasi goyo ini pernah direspon oleh Bupati Bolmut Depri Pontoh belum lama ini.

Bupati pun menjelaskan bahwa pembangunan jembatan itu merupakan tanggung jawab Kementerian Transmigrasi.

“Anggarannya saya sudah hitung ke PUPR, itu ada sekitar Rp 40-45 milyar, kalau dibangun dengan dana APBD diambil dari DAU, akan habis APBD di situ," kata Depri, Senin 9 Mei 2022. 

"Makanya jangan menggiring informasi ke masyarakat bahwa ini janji-janji Bupati,” ucapnya. 

Bupati juga mengungkap bahwa Pemda Bolmut sudah menyampaikan pembangunan jembatan Goyo ini berulang-ulang ke Kementerian.

Menanggapi hal ini, tokoh pemuda Bolmut Rusmin Nur Mokodompis angkat bicara.

Mantan Ketua KNPI Bolmut itu pun mempertanyakan letak efisien apabila dibangun oleh Pemda.

“Karena saya mendapatkan informasi penduduk di wilayah transmigrasi Goyo itu sebagian telah pulang kampung, harus ada alasan riil apa manfaatnya bagi daerah jika dilanjutkan pembangunannya karena tidak sedikit anggaran yang digelontorkan bangun jembatan tersebut,” ujar Rusmin. (Nie)
 
 
 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved