Berita Sitaro
Listrik di Wilayah Siau Kabupaten Sitaro Padam Berulang Kali, Monyet Jadi Penyebab
Ternyata penyebab padamnya listrik di sebagian wilayah Siau karena adanya seekor monyet yang naik ke jaringan tegangan menengah.
Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Ventrico Nonutu
TRIBUNMANADO.CO.ID - Listrik padam secara berulang terjadi di wilayah Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin (9/5/2022) sore tadi.
Kondisi ini pun sempat menimbulkan keluhan di masyarakat selaku pengguna jasa kelistrikan di wilayah Siau akibat padamnya listrik berulang kali.
Petugas dari PLN Rayon Siau pun langsung bergerak cepat melacak penyebab padamnya listrik yang menimbulkan keluhan di masyarakat itu.
Baca juga: Lebaran Ketupat, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara Silaturahmi di Kampung Jawa Tondano Minahasa
Baca juga: Ajang Silaturahmi Warga Motoboi Kecil Kotamobagu, Adang Pengendara yang Lewat untuk Nikmati Hidangan
Setelah ditelusuri, ternyata penyebab padamnya listrik di sebagian wilayah Siau karena adanya seekor monyet.
Seekor monyet tersebut naik ke jaringan tegangan menengah.
Monyet yang diduga merupakan hewan peliharaan warga setempat yang terlepas itu akhirnya jatuh dan mati setelah tersengat aliran listrik.
"Pelanggan PLN yang terhormat. Mohon maaf pasokan listrik terhenti sementara untuk daerah Sitim disebabkan adanya Monyet yang naik ke jaringan tegangan menengah," tulis Supervisor Transaksi Energi PLN Rayon Siau, Muhammad Ariwibowo pada Whatsapp Grup PLN Siau Menyapa.
Dari penjelasannya diketahui, monyet yang akhirnya mati akibat tersengat listrik itu naik ke jaringan tegangan menengah di wilayaj Kelurahan Tarorane Kecamatan Siau Timur, tepatnya di simpang tiga Lingkungan I.
"Lokasinya di petigaan Malele Kelurahan Tarorane, tepatnya di dekat tempat penjualan pulsa. Sebelah kanan kalau ke arah Pelabuhan Ulu Siau," terang Ariwibowo.
Kejadian ini pun membuat pasokan aliran listrik terhenti beberapa saat dan berdampak pada sebagian wilayah Siau, khususnya Kecamatan Siau Timur.
"Sebagian Paniki, Bowongake, Lai, Beong, Salili, Baru, Bebali, Tampuna, Tarorane, Bahu, Namitung, Lahopang, Mala, Tatahadeng, Luwaha, Lansi, Dame, Karalung, Kanang, Ingge, Lia, Deahe, Lantang, Apelawo, Bukide dan Nameng," urainya.
Dibutuhkan waktu lebih dari 30 menit bagi petugas PLN Rayon Siau untuk melakukan penormalan aliran listrik secara bertahap di wilayah-wilayah yang terdampak.
"Untuk Monyetnya sendiri kami temukan sudah terjatuh dari atas jaringan listrik," singkatnya. (her)