Pantas Safari Lebaran Prabowo Subianto ke Sejumlah Tokoh Politik Disorot, Ternyata Ada Maksud Lain
Cara Prabowo melakukan safari lebaran tersebut dinilai oleh pengamat sebagai aksi cuci tangan terhadap Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017
TRIBUNMANADO.CO.ID- Idul Fitri dijadikan momen yang tepat untuk saling berkujung satu sama lain sebagai bentuk silaturahmi.
momen ini juga yang sering digunakan oleh para politikus untuk membangun kekuatan atau strategi dengan tujuan lain.
Dugaan tersebut termasuk diarahkan kepada Prabowo Subianto yang beberapa hari lalu melakukan safari lebaran ke Presiden Jokowi.
Baca juga: Foto Selfie Bareng Megawati, Sinyal Duet Prabowo-Puan Pilpres 2024 Makin Kuat, Netizen Siap Dukung
Prabowo Subianto melakukan safari lebaran ke sejumlah elite parpol dan tokoh agama. hari pertama dia safari lebarna kepada Presiden Jokowi dan Megawati. Hari kedua ke rumah Habib Lutfi bin Yahya. Pengamat politik menilai safari lebaran Prabowo bernuansa politis dan cuci tangan. (Kolase Kompas.com)
Kandidat bakal capres 2024, Prabowo Subianto melakukan safari lebaran kepada sejumlah tokoh elite politik dan tokoh agama.
Pasca lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah, Prabowo langsung tancap gas melakukan safari lebaran kepada Presiden Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, tokoh Nahdlatul Ulama Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan serta ziarah ke makam KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Cara Prabowo melakukan safari lebaran tersebut dinilai oleh pengamat sebagai aksi cuci tangan terhadap Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.
"Silaturahmi Lebaran (safari lebaran) Prabowo tampak mengandung nuansa politik dan motif kepentingan yang sangat kental," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam kepada Kompas.com (grup SURYA.co.id), Jumat (6/5/2022).
Baca juga: Prabowo Subianto Buat Pengakuan saat Ziarah ke Makam Gus Dur: Melepas Rasa Kangen

"Langkah ini bagian dari strategi politik Prabowo untuk cuci tangan dari catatan politik Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017, dan Pilpres 2019, di mana timnya dinilai cukup intens menggunakan strategi eksploitasi politik identitas," ujar Umam.
Ia mengatakan, sejumlah tokoh yang dikunjungi Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan simpul-simpul kekuatan politik besar, baik di level elite partai politik maupun tokoh yang berpengaruh secara sosial dan agama di akar rumput.
Adapun pada hari pertama Lebaran, Senin (2/5/2022), Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Menurut Umam, Jokowi dan Megawati merupakan simpul kekuatan besar dari sisi kekuasaan dan partai politik penguasa.
Baca juga: Cerita Prabowo Subianto di Momen Lebaran: Saya adalah Tukang Pijet Gus Dur

"Simpul ini sangat bermanfaat dan menentukan untuk ia gunakan sebagai instrumen politik guna mematangkan basis koalisi PDI-P-Gerindra, sebagai jangkar pengusung Prabowo-Puan," kata Umam.
Selain itu, Prabowo juga dinilai ingin mendekati tokoh yang punya pengaruh sosial-agama, khususnya yang memiliki akar nahdliyin yang kuat.
Menurut Umam, hal itu berkaca dari silaturahmi Prabowo dengan kiai-kiai besar, termasuk mendatangi makam Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.