Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebaran 2022

Inilah Asal Usul Tradisi Halal Bihalal dan Sungkeman saat Perayaan Hari Raya Idul Fitri

Kata halal biasanya dihadapkan dengan kata haram atau sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa.

Tayang:
kahuripan.id
Inilah Asal Usul Tradisi Halal Bihalal dan Sungkeman saat Perayaan Hari Raya Idul Fitri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagaimana asal usul Halal bihalal?

Di hari Raya Idul Fitri sering dibarengi dengan halal bihalal.

Halal bihalal adalah menjadikan sikap satu pihak terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan memohon maaf.

Baca juga: Penampilan Zaskia Gotik Saat Rayakan Idul Fitri Jadi Sorotan, Istri Sirajuddin Tampil Kenakan Hijab

Menurut Prof. M. Quraish Shihab dalam bukunya "Lentera Al Quran" halaman 334, disebutkan halal bihalal adalah dua kata yang sering diucapkan dalam suasana Idul Fitri dan hanya dikenal di Indonesia.

Kata halal biasanya dihadapkan dengan kata haram atau sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa.

Kata halal bihalal sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesai (KBBI) dan memiliki dua arti.

Arti pertama adalah perihal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, dikutip dari laman Kemdikbud.

Kedua, juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi, biasanya oleh sekelompok orang dengan cara berkumpul di suatu tempat yang luas, bersalam-salaman dan makan bersama. 

Lantas, bagaimana asal usul Halal bihalal?

Asal Usul Tradisi Halal bihalal

Dikutip dari laman Menpan RB, Mahbub Djunaidi, tokoh pers nasional yang juga mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 1965-1970, dalam buku Asal Usul mengatakan, “Acara Halal Bihalal itu bukannya acara wajib melainkan tradisi belaka, namun manfaat bersilaturahmi itu amatlah besar.”

Halal Bihalal sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak KGPAA Mangkunegara I yang bernama kecil Raden Mas Said atau lebih dikenal dengan Pangeran Sambernyawa.

Namun, istilah Halal Bihalal saat itu dikenal dengan istilah sungkeman.

Para prajurit sekaligus masyarakat melakukan sungkem dengan keluarga Mangkunegara sekaligus bermaafan satu sama lain.

Hal ini menegaskan, tradisi silaturahmi pasca Idul Fitri (Halal Bihahal) itu sudah dimulai jauh sebelum tercetusnya istilah Halal Bihalal sendiri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved