Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia vs Ukraina

Ribuan Pasukan Ukraina Terkepung di Pabrik Baja: Kami Terluka, Tewas, dan Simpan Mayat Pejuang

Seorang pembela Ukraina, Svyatoslav Palamar, baru-baru ini mengungkapkan kesaksiannya terkait pabrik baja Azovstal yang terkepung oleh pasukan Rusia.

Tayang:
(Sumber: Satellite image ©2022 Maxar Technologies via AP) (Via Kompas.TV)
Satelit mendapatkan gambar adanya kuburan massal di Mariupol, yang diduga karena kekejaman tentara Rusia, Kamis (21/4/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ribuan tentara Ukraina terkepung di pabrik baja Azovstal, Mariupol hingga  mempertahankan dari penguasaan militer Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (21/4) memerintahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk membatalkan rencana penyerbuan pabrik Azovstal.

Seorang pembela Ukraina, Svyatoslav Palamar, baru-baru ini mengungkapkan kesaksiannya terkait pabrik baja Azovstal yang terkepung oleh pasukan Rusia.

Baca juga: Peringatan Dini Sabtu 23 April 2022, BMKG: Sebanyak 28 Daerah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Diketahui dalam pabrik tersebut, banyak pasukan Ukraina bersembunyi, pabrik pun sebagian besar hancur dan warga sipil terperangkap di bawah bangunan yang runtuh.

Svyatoslav Palamar dari resimen Azov tersebut juga mengatakan para pembela telah menangkis gelombang serangan Rusia.

"Saya selalu mengatakan bahwa selama kita di sini, Mariupol tetap di bawah kendali Ukraina," katanya.

Seperti diketahui sebagian besar Mariupol telah hancur dalam beberapa minggu, akibat pengeboman berat Rusia dan pertempuran jalanan yang intens.

Pengambilalihan pelabuhan Laut Azov adalah tujuan utama perang Rusia dan akan melepaskan lebih banyak pasukan untuk bergabung dalam serangan Rusia di wilayah Donbas timur.

Palamar mengatakan Rusia telah menembaki pabrik baja dari kapal perang dan menjatuhkan bom penghancur bunker di atasnya, dikutip dari BBC.

"Semua bangunan di wilayah Azovstal praktis hancur. Mereka menjatuhkan bom berat, bom penghancur bunker yang menyebabkan kehancuran besar."

"Kami telah terluka dan ada tewas di dalam bunker. Beberapa warga sipil tetap terperangkap di bawah bangunan yang runtuh," kata Kapten Palamar.

Resimen Azov awalnya adalah kelompok neo-Nazi sayap kanan yang kemudian dimasukkan ke dalam Garda Nasional Ukraina.

Para pejuangnya bersama dengan brigade Marinir, penjaga perbatasan dan petugas polisi adalah pembela Ukraina terakhir yang tersisa di kota.

Ketika ditanya berapa banyak pasukan Ukraina yang bertahan dan tersisa di Mariupol, Kapten Palamar menjawab 'cukup untuk mengusir serangan'.

Baca juga: Gareth Bale Punya Rencana Membuka Bisnis Bar Gold di Bristol, Picu Kontroversi karena Masalah Ini

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved