Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Minyak Goreng

Kasus Mafia Minyak Goreng Diminta Usut Tuntas Jadi Bukti Keseriusan Presiden Jokowi Tegakkan Hukum

Minyak goreng saat ini tengah jadi sorotan karena kelangkaannya. Terkait hal tersebut diketahui karena ada mafia.

Editor: Glendi Manengal
WARTA KOTA
Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Minyak goreng saat ini tengah jadi sorotan karena kelangkaannya.

Terkait hal tersebut diketahui karena ada mafia.

Hingga dari Presiden Jokowi pun meminta untuk mengusut tuntas soal mafia minyak goreng.

Baca juga: Gubernur Sulut Olly Dondokambey Ajukan Rancangan Perda RIRPAR 2022-2025

Baca juga: Kecelakaan Maut, Bus Transjakarta Tabrak 3 Mobil, Sopir Bus Tewas Seketika di TKP

Baca juga: Bawa Pisau Besi Putih saat Nongkrong, Pemuda Boltim Terancam 10 Tahun Penjara

Foto : Boni Hargens. (Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com)

Presiden Joko Widodo meminta agar persoalan mafia minyak goreng (migor) dapat diusut tuntas dinilai sebagai komitmen nyata mendukung penegakan hukum di Tanah Air. 

Hal tersebut menjadi harapan agar ke depan permasalahan migor tidak kembali terulang. 

Pengamat Politik Boni Hargens mengatakan ditetapkannya empat orang tersangka dalam kasus korupsi ekspor migor oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi bukti komitmen Jokowi. 

Terutama dalam urusan penegakan hukum bagi para pejabat negara. 

Dia menilai instruksi berjalan begitu efektif sehingga mampu mendorong Kejagung untuk bergerak cepat menanhkap para tersangka

Menurut dia hal demikian menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan.

 "Dengan penahanan sejumlah tersangka, pemerintah membuktikan komitmennya dalam mengusut tuntas kejahatan ekonomi dalam kasus minyak goreng ini," kata Boni saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/04/2022). 

Boni meyakini atas kinerja apik Kejagung yang mendapat dukungan penuh presiden mendapat perhatian positif dari masyarat.

Khususnya bagi para pelaku usaha kecil yang merasakan langsung dampak dari berbagai persoalan migor.

Penghargaan yang begitu tinggi, tambah Boni, menjadi  respon yang sangat berpotensi  muncul di masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved