Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Rusia Vs Ukraina

Rusia Kepung Pabrik Baja di Mariupol, Komandan Ukraina Beri Pesan Video, Putin Gunakan Nuklir?

Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus terjadi. Di Mariupol, ketegangan terus meningkat.

Editor: Aswin_Lumintang
HANDOUT / NATIONAL POLICE OF UKRAINE / AFP
Screenshot video yang dirilis oleh Kepolisian Nasional Ukraina pada 9 Maret 2022, menunjukkan bangunan rumah sakit anak yang rusak, mobil yang hancur, dan puing-puing di tanah setelah serangan udara Rusia di kota tenggara Mariupol. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RUSIA - Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus terjadi.

Di Mariupol, ketegangan terus meningkat.

Tentara Putin mencoba menyerbu sebuah pabrik besi dan baja Azovstal di wilayah tersebut, di mana di lokasi tersebut pasukan terakhir Ukraina dan warga sipil bertahan.

Baca juga: Segini Uang dari Bos DNA Pro yang Dikembalikan Rizky Billar dan Lesti Kejora, Belum Pernah Disentuh

Mereka yang bertahan menggunakan terowongan bawah tanah untuk melakukan pertahanan terakhir.

Para martir Mariupol tersebut telah bersumpah untuk berjuang sampai mati dalam pertempuran dengan Rusia.

Lantas beredar sebuah video, 'pesan terakhir' yang diucapkan Mayor Serhiy Volyna, komandan benteng terakhir pasukan Ukraina di sebuah pabrik baja tersebut.

Potret 'Neraka' di Mariupol: Rusia Menyerang Setiap 30 Menit, Warga Saling Serang Berebut Makanan
Potret 'Neraka' di Mariupol: Rusia Menyerang Setiap 30 Menit, Warga Saling Serang Berebut Makanan ((YT Ap News))

Di tengah kepungan dirinya mengatakan pasukan tidak akan menyerah meskipun ada ledakan tanpa henti oleh pasukan Rusia.

Mayor Volyna bersikeras pasukannya di pabrik itu tidak akan meletakkan senjatanya, meskipun kalah dalam jumlah yakni sepuluh banding satu.

Dalam sebuah video yang mengerikan, dia memperingatkan itu bisa menjadi "pesan terakhir" mereka ketika pasukan Rusia mengepung daerah itu dan melepaskan rentetan tembakan terus-menerus, dikutip dari The Sun.

 
"Ini adalah seruan kami kepada dunia. Ini bisa menjadi pesan terakhir kami," katanya.

"Kami mungkin menghadapi hari-hari terakhir kami."

“Musuh kami melebihi jumlah yakni 10 banding satu. Mereka memiliki keunggulan di udara, dalam artileri, dalam pasukan mereka di darat, dalam peralatan dan di tank."

"Kami hanya mempertahankan satu objek pabrik Azovstal, di mana selain personel militer ada juga warga sipil yang menjadi korban perang."

Dia juga mengeluarkan seruan bagi para pemimpin dunia untuk membantu mengevakuasi warga yang terluka dari kota Mariupol, di mana sebagian besar telah menjadi puing-puing oleh serangan udara dan artileri yang konstan.

"Kami mengimbau dan memohon kepada semua pemimpin dunia untuk membantu kami," tambahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved