Kamis, 14 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Rusia Ukraina

Diserang Rusia, Komandan Marinir Ukraina Minta Tolong: 'Ini Waktu Terakhir Kami di Dunia Ini'

Komandan Marinir di lini pertahanan terakhir Ukraina di Kota Mariupol yang dikepung tentara Rusia. Minta tolong ke para pemimpin dunia.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
via BBC
Komandan Marinir Ukraina Mayor Serhiy Volyna Minta Tolong: 'Ini Waktu Terakhir Kami di Dunia Ini'. 

Jumlah itu belum termasuk orang-orang yang dibawa ke wilayah Rusia.

Mengapa Mariupol penting bagi Rusia?

Rusia melalui pasukan Chechnya telah mengultimatum tentara Ukraina di Mariupol untuk meletakkan senjata mereka pada Rabu (20/4/2022) pukul 11.00 GMT atau 17.00 WIB.

Peringatan itu diberikan setelah tetara Rusia mengepung sekitar 130.000 warga kota itu selama 50 hari.

Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan makanan, air bersih, dan obat-obatan, menurut wakil walikota.

Tapi mengapa Mariupol penting bagi Rusia sejak menginvasi Ukraina pada Februari lalu?

Daratan luas: Merebut Mariupol akan membuat Rusia bisa mengendalikan daratan luas di kawasan selatan dan timur Ukraina.

Mengendalikan ekonomi: Mariupol adalah pelabuhan penting bagi Ukraina. Sebelum perang, Pelabuhan itu memainkan peranan kunci dalam ekspor baja dan batubara.

Peluang propaganda: Mariupol adalah basis unit milisi Ukraina bernama Brigade Azov yang terdiri dari sejumlah orang berhaluan ekstrem kanan. Meski jumlah mereka hanya segelintir, menghancurkan mereka bakal menjadi alat propaganda yang efektif bagi Moskow.

Dorongan moril: Merebut Mariupol akan membuat Kremlin bisa menunjukkan kepada rakyat Rusia melalui media pemerintah bahwa tujuan aksi militer telah tercapai.

Rencana mengevakuasi 6.000 orang

Seiring dengan terpojoknya militer Ukraina di Mariupol, yang diharapkan kini adalah kesepakatan untuk menciptakan koridor kemanusiaan demi mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan kaum lansia.

Ukraina berharap bisa mengirim sebanyak 90 bus ke Mariupol pada Rabu (20/4/2022) untuk mengevakuasi sebanyak 6.000 orang, kata Walikota Mariupol, Vadym Boichenko, kepada stasiun televisi nasional.

Menurutnya, sekitar 100.000 warga sipil tetap berada di Mariupol dan puluhan ribu lainnya tewas ketika tentara Rusia mengepung kota itu.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Komandan Ukraina di Mariupol Minta Bantuan: Waktu Kami Tinggal Beberapa Jam Lagi, Tolong Kami, https://medan.tribunnews.com/2022/04/21/komandan-ukraina-di-mariupol-minta-bantuan-waktu-kami-tinggal-beberapa-jam-lagi-tolong-kami?page=all.

Sumber: TribunMedan.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved